Acara ini berlangsung secara hybrid di Bali, pada 27-29 September 2022.
Penyelenggaraan acara ini dilakukan BRIN bersama Kementerian Pertanian Thailand (DOA). Thailand merupakan ketua ASEAN Climate Resilience Network (ASEAN-CRN), platform jejaring yang didirikan pada tahun 2014 di tingkat regional Asia Tenggara untuk berbagi tentang sistem pertanian cerdas yang ramah iklim (climate-smart agriculture).
Mewakili Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (ORPP) BRIN, Satriyo Krido Wahono menjelaskan riset, teknologi dan sistem informasi yang terus dilakukan oleh BRIN diharapkan dapat berkontribusi meningkatkan ketahanan pangan dengan mempertimbangkan aspek mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
Satriyo yang juga Kepala Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan mengatakan, menjadi host acara ini adalah kesempatan bagi Indonesia melalui BRIN untuk ikut berpartisipasi dan berkontribusi dalam komunikasi di tingkat regional dan global untuk menjawab tantangan bersama perubahan iklim dan ketahanan pangan.
“Kesehatan, kesuburan hara tanah, air, dan manajemen sumber daya alam adalah hal penting lainnya,” kata Satriyo.
Selain itu, kata Satriyo, sistem agroforestri dan agropastoral yang berkesinambungan, sosio ekonomi dan pelestarian lingkungan sebagai upaya mendorong ekosistem yang berkelanjutan dan tahan iklim (climate resilience).





Komentar tentang post