Untuk mencegah tanaman terserang hama, Rahman menggunakan pestisida alami yang dibuat dari bahan-bahan yang mudah didapatkan di sekitar lingkungan. Bahan tersebut antara lain daun pepaya, lidah buaya, daun sirsak, minyak kelapa, serta serbuk kayu.
“Saya juga pakai pestisida nabati, ini aman tidak ada kandungan kimia. Bahan-bahan tadi saya hancurkan dan didiamkan selama 25 jam, setelah itu airnya sudah bisa digunakan,” kata Rahman.
Rahman merupakan salah satu petani yang tergabung dalam Kelompok PUMK Cahaya Terang Ilomata yang didampingi langsung oleh Japesda. Kemampuannya dalam membuat bibit hingga meracik pupuk tentu tidak datang begitu saja, melainkan melalui proses pendampingan dan pembelajaran.
“Kalau saya tidak kenal Japesda, mungkin saya tidak akan pernah tahu cara membuat bibit, teras, dan juga pupuk,” ujarnya.
Pertanian Berkelanjutan
Secara Umum, karakter wilayah Desa Ilomata didominasi oleh daerah landai berbukit. Berdasarkan laporan baseline studi ekologi, keanekaragaman hayati, dan degradasi lahan di Desa Ilomata yang disusun oleh Japesda pada tahun 2022, diketahui bahwa kawasan permukiman dan perkebunan desa tersebut berada pada ketinggian sekitar 150–200 meter di atas permukaan laut.

Analisis yang dibantu dengan citra Google Earth Pro juga menunjukkan bahwa wilayah Desa Ilomata dikelilingi oleh perbukitan dengan ketinggian yang mencapai lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut.




