Rifky mengatakan, KKP telah melakukan pooling preference kepada konsumen di beberapa negara untuk mengetahui pilihan konsumen terhadap jenis udang yang disukai. Jadi misalnya, konsumen di Jepang lebih menyukai udang putih. Maka akan disesuaikan kebutuhan dengan mengembangkan budidaya udang.
“Konsumen di Jepang lebih menyukai udang monodon, kemudian merguensis, dan selanjutnya vaname. Di Indonesia, monodon masih menjadi primadona pasar,” ujar Rifky.
Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Pengusaha Catfish Indonesia Azam Bachur, salah satu upaya mendorong ekspor patin nasional adalah dengan menutup keran impor patin dari Vietnam ke Indonesia dan mulai membidik lokasi ekspor baru, yakni Timur Tengah.
“Dalam 4-5 tahun ini, yang paling tinggi produksinya adalah filet patin atau dori. Kasus embargo produk patin asal vietnam, membuat Indonesia berpeluang menguasai 100 persen pangsa pasar patin dunia dengan branding produk Indonesian Pangasius,” ujar Azam.
Dengan adanya penyelenggaraan Aquatica Asia & Indoaqua 2018, para pengunjung, terutama stakeholder, pengusaha, serta asosiasi dapat mengenal lebih dalam berbagai komoditas unggulan dari perikanan budidaya. Sehingga, produktivitas perikanan budidaya dapat terus ditingkatkan, dan berimbas pada tumbuhnya laju ekspor ke berbagai negara.*





Komentar tentang post