Menurut Dwikorita, untuk menekan laju perubahan iklim, perlu aksi kolaboratif dan kolektif dalam perencanaan yang tepat di setiap program pembangunan, yang disertai dengan penyiapan tata ruang yang berwawasan lingkungan, serta tahan terhadap perubahan iklim dan bencana.
Strategi ini perlu didukung oleh upaya adaptasi dan inovasi teknologi berbasis pemberdayaan masyarakat.
Kolaborasi Pentahelix (Pemerintah, Akdemisi/Ilmuwan, Pihak Swasta, Masyarakat dan Media), menjadi kunci solusi dalam menghadapi seluruh kompleksitas dan ketidak pastian tersebut.
Selanjutnya, kata Dwikorita, sistem Peringatan Dini pun perlu terus diperkuat dengan panduan edukatif untuk memberikan kemampuan masyarakat agar dapat merespons dengan aksi dini yang cepat dan tepat.





Komentar tentang post