Padahal, hasil PLTS di UGM pada bulan Desember 2022 dinilainya belum optimal karena kondisi musim penghujan.
Dengan demikian, kata Wayan, jika kita asumsikan rata-rata biaya listrik yang dapat dihemat oleh adanya sistem PLTS pada 6 gedung di UGM adalah 15 juta rupiah per bulan, maka akan terjadi penghematan sebesar 180 juta rupiah per tahun.
Beberapa titik yang sudah terpasang sistem PLTS di UGM adalah Gedung IFFLC Fakultas Kehutanan, Gedung JBIC Fakultas Kehutanan, Gedung BA Fisipol, Gedung BC Fisipol, Gedung A Fakultas Hukum, R. Soegondo FIB, dan Gedung KLMB Fakultas Geografi.
Sementara titik-titik yang sudah terpasang smart meter pada sistem PLTS antara lain Gedung IFFLC Fakultas Kehutanan, Gedung JBIC Fakultas Kehutanan, Gedung BA Fisipol, Gedung A Fakultas Hukum, R. Soegondo FIB, dan Gedung KLMB Fakultas Geografi.
Meski sudah terpasang PLTS di beberapa titik di kampus UGM, Wayan mengatakan, untuk bisa menghemat konsumsi energi listrik banyak cara dapat dilakukan di antaranya melalui kebijakan dan sosialisasi hemat energi.
Bisa juga dengan penerapan manajemen penggunaan energi berbasis target konsumsi maksimum tiap bulan.
Hal ini sudah diterapkan pada sistem monitoring https://smartcampus.ugm.ac.id/building sehingga masing-masing bangunan perlu mendefinisikan target konsumsi bulanan dan sistem akan mengalokasikan target akumulatif harian tidak boleh dilewati.





Komentar tentang post