Darilaut – Banyak pohon kelapa yang tumbuh di Indonesia warisan nenek moyang yang sudah berusia sangat tua.
Staf Khusus Menteri PPN/Kepala Bappenas, Sukmo Harsono, mengatakan, ada beberapa poin penting yang harus disadari dan memang sudah disadari oleh semua pihak.
Pertama, kata Sukmo, pohon kelapa yang ada di Indonesia pada saat sekarang ini adalah merupakan pohon produk dari warisan nenek moyang.
Artinya ”produk yang ditanam oleh masyarakat pada zaman dulu” sehingga diwariskan kepada anak cucunya pada saat ini dan usia kelapa tersebut sudah sangat tua, ”produktivitasnya sudah sangat menurun,” kata Sukmo saat Webinar Sharing Knowledge Peran Strategis BRIDA dalam Implementasi Peta Jalan Hilirisasi Kelapa 2025–2045, pada Rabu (3/12).
Kedua, keterlambatan di dalam peremajaan pohon bibit kelapa dan bibit kelapa itu fakta di lapangan yang saat ini kita baru tergopoh-gopoh memulai replanting.
Ketiga, menurut Sukmo, belum adanya pemangku kepentingan yang secara khusus menangani persoalan kelapa.
Tiga hal ini mengakibatkan ancaman besar pada 3 tahun yang akan datang, dan yang akan terjadi adalah coconut war atau perang kelapa.
Menurut Sukmo, kondisi Indonesia saat ini, produktivitas kelapa stagnan di angka 1,1 ton/ha, 98,82% kebun rakyat tradisional tanpa pengorganisasian dan regenerasi.




