Darilaut – Prospek cuaca Indonesia sepekan ke depan menunjukkan kecenderungan curah hujan yang relatif berkurang di sebagian besar wilayah.
Pada Dasarian I Juli 2026, sekitar 72,19% wilayah Indonesia diprediksi berada pada kategori curah hujan rendah, sementara 27,80% lainnya berada pada kategori menengah, tanpa wilayah yang diperkirakan mengalami curah hujan tinggi maupun sangat tinggi, kata Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Kondisi ini mengindikasikan bahwa suasana kering mulai lebih dominan, terutama di sebagian besar Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
Meskipun demikian, menurut Direktorat Meteorologi Publik BMKG, potensi hujan kategori menengah masih perlu diwaspadai di beberapa wilayah, seperti sebagian Sumatra bagian utara dan tengah, Kalimantan bagian utara, sebagian Maluku, serta wilayah pegunungan Papua.
Potensi hujan yang masih ada tersebut turut dipengaruhi oleh aktivitas gelombang atmosfer di Indonesia. Meskipun aktif di fase 7, secara spasial MJO berpotensi berpengaruh terhadap wilayah pesisir utara Aceh. Sementara itu, Gelombang Kelvin juga diprakirakan aktif di Kepulauan Riau, Pesisir utara Riau, Kalimantan, Pesisir selatan Jawa, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Bali, NTB, NTT, Maluku Utara, hingga Papua Barat Daya.




