Kondisi dalam 24 jam terakhir, menurut BMKG, asap terdeteksi di wilayah Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
BMKG memantau adanya asap lintas batas dari Papua Nugini ke Papua Selatan. Sebaran asap bergerak ke arah Barat – Utara. Arah angin di Indonesia pada umumnya bertiup dari Timur – Tenggara ke Barat Laut – Utara.
Dinamika Atmosfer
Hasil monitoring BMKG pada Dasarian II Oktober 2026 menunjukkan indeks IOD dasarian (indeks bulanan) sebesar +0.765, (September : +0.72). Sementara itu, nilai Anomali SST di region Nino3.4 secara dasarian sebesar +3.19.
Indeks ENSO (3 bulanan) untuk ASO (Agustus-September-Oktober) sebesar +3.05, menunjukkan El Nino event dengan intensitas sangat kuat. Kondisi tersebut secara umum dapat mengurangi suplai uap air menuju wilayah Indonesia dan mendukung kondisi yang lebih kering.
Analisis atmosfer di wilayah Indonesia secara umum menunjukkan kondisi mendukung pembentukan awan hujan. Kondisi ini didukung oleh adanya aktivitas dinamika atmosfer seperti MJO yang secara spasial aktif melalui sebagian wilayah Sumatra bagian tengah-selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi bagian tengah-selatan, Maluku, dan Papua bagian tengah-timur. Selain itu, terdapat Gelombang Kelvin aktif di wilayah pesisir utara Aceh dan Gelombang Rossby Ekuatorial di Lampung dan Jawa bagian barat.



