Pada kesempatan yang sama, Redbox Indonesia yang merupakan perusahaan jasa product sourcing serta logistik pengiriman khusus ke Maladewa juga mendukung promosi produk-produk Indonesia.
Selain itu, KBRI juga secara aktif mempromosikan mekanisme pembelian produk-produk Indonesia dengan sistem consolidated atau multi produk dalam satu pengiriman.
KBRI mencatat beberapa merk dan produk buatan Indonesia yang sudah tersedia di pasar Maladewa, seperti Indomie, biscuit coklat better, olahan pinang, Kopiko, So Klin detergent, sabun cuci B-29, dan lainnya.
Namun, jumlah maupun promosi produk-produk tersebut masih perlu ditingkatkan.
Duta Besar RI untuk Maladewa, Dewi Gustina Tobing, menegaskan bahwa potensi pasar Maladewa untuk produk-produk Indonesia sangat besar.
Dubes Dewi berpesan kepada pada para pengusaha Indonesia agar tidak menjadikan jumlah penduduk Maladewa yang tidak lebih dari 600 ribu jiwa sebagai ukuran.
Maladewa merupakan salah satu negara di kawasan Asia Selatan yang memiliki pendapatan perkapita relatif tinggi, yaitu sekitar USD 14.500 (atau Rp 224 juta).
Dengan target mendatangkan wisatawan mencapai lebih dari 2,5 juta orang, Maladewa menjadi salah satu pasar potensial bagi produk-produk dan jasa dari Indonesia.
“Maladewa merupakan negara yang hampir 100 persen mengimpor produk-produk dari luar negeri untuk kebutuhan domestik maupun penunjang industri pariwisata dan penetrasi produk ke Maladewa tergolong sangat terbuka dan mudah,” kata Dubes Dewi.





Komentar tentang post