Jumat, Oktober 23, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Prof Suharsono: Sulawesi Terluas Terumbu Karang, Terbanyak Pengebom Ikan

redaksi
5 Desember 2018
Kategori : Berita
0
Rusak karena Bom ikan

Terumbu karang atol di Reef IV, Kepulauan Togean, rusak karena kegiatan pengeboman ikan. FOTO: VERRIANTO MADJOWA

Gorontalo – Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof Suharsono mengatakan, Status Terumbu Karang 2018 untuk Pulau Sulawesi masih terluas di Indonesia. Namun, kata Suharsono, lokasi-lokasi pengeboman ikan juga terbanyak di Pulau Sulawesi.

“Sulawesi terluas kawasan terumbu karang, justru permasalahan utama pengeboman ikan di Sulawesi,” kata Suharsono, kepada Darilaut.id, Rabu (5/12).

Berdasarkan pengalaman Suharsono yang kurang lebih 35 tahun aktif meneliti terumbu karang di Indonesia, ada perbedaan pola lokasi pengeboman ikan beberapa tahun lalu di dan sekarang. Dulu, lokasi pengeboman ikan itu berada didekat pemukiman.

“Sekarang pengeboman ikan di lokasi yang jauh dari pemukiman, rusak di situ, ke balik,” ujarnya.

Menurut Suharsono, dulu mengunakan bom ikan untuk menangkap ikan, belum dilarang. Itu sebabnya, didekat pemukiman ada bekas loaksi pengeboman ikan. Saat ini, pengeboman ikan di lokasi terumbu karang yang jauh.

Suharsono berada di Gorontalo berkaitan dengan Sosialisasi & Replikasi Kegiatan Pemulihan Terumbu Karang yang dilaksanakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerja sama dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Rabu (5/12) hingga Kamis (6/12).

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Bom IkanP2O LIPIProf SuharsonoRehabilitasi Terumbu KarangSulawesiTerumbu Karang
Bagikan15Tweet5KirimKirim
Previous Post

DKP Gorontalo Fasilitasi Penataan Kawasan Konservasi Hiu Paus

Next Post

Jangan Berharap Semua Terumbu Karang di Raja Ampat Bagus Sekali

Postingan Terkait

Titik Panas Kalteng Terbanyak, Kualitas Udara Palangkaraya Kategori Berbahaya

Kualitas Udara Palangkaraya Masih Kategori Berbahaya, Termasuk Lore Lindu di Sulawesi Tengah

23 Oktober 2026
Topan Super Champi Sedikit Melemah di Timur Taiwan

Topan Super Champi Sedikit Melemah di Timur Taiwan

23 Oktober 2026

Super Typhoon Champi Weakens East of Taiwan

Copernicus Marine Catat Topan Super Champi Memiliki Kecepatan Angin Terkuat di Dunia Tahun 2026

Etika Profesi dan Pengabdian Komitmen Lulusan Kedokteran UNG

Partisipan 46 Negara Dibekali Kesiapsiagaan Menghadapi El Niño

5 Daerah di Provinsi Gorontalo Kategori Awas Kekeringan

Gagas Restorasi Padang Lamun di Teluk Tomini Mahasiwa FMIPA UNG Juara 3 Lomba Esai Nasional

Next Post
Prof Suharsono

Jangan Berharap Semua Terumbu Karang di Raja Ampat Bagus Sekali

Komentar tentang post

TERBARU

Kualitas Udara Palangkaraya Masih Kategori Berbahaya, Termasuk Lore Lindu di Sulawesi Tengah

Topan Super Champi Sedikit Melemah di Timur Taiwan

Super Typhoon Champi Weakens East of Taiwan

Copernicus Marine Catat Topan Super Champi Memiliki Kecepatan Angin Terkuat di Dunia Tahun 2026

Etika Profesi dan Pengabdian Komitmen Lulusan Kedokteran UNG

Partisipan 46 Negara Dibekali Kesiapsiagaan Menghadapi El Niño

AmsiNews

REKOMENDASI

Indonesia-Australia Saling Dukung untuk Anggota IMO

Arab Saudi Tuan Rumah Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024

Kapal Baruna Jaya IV Memiliki Kemampuan Mendeteksi Obyek Bawah Laut

Cuaca Ekstrem, Bunaken Banyak Dapat Kiriman Sampah

15 Juni, Peringatan Coral Triangle Day di Bali

53 Pelabuhan Perikanan Terapkan E-log Book

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.