Darilaut – Sudah banyak penelitian di lokasi kemunculan hiu paus (Rhincodon typus) di perairan Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Namun, kajian mengenai profil batimetri yang menunjang keberadaan hiu paus atau whale sharks ini belum banyak diteliti.
Untuk mengetahui bagaimana habitat hiu paus dari aspek geomorfologi di perairan Botubarani, tiga peneliti Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan Universitas Negeri Gorontalo: Nuralim Pasisingi, Abdul Hafidz Olii, dan Faizal Kasim, menguraikan kondisi ini dalam artikel dengan judul ”Whale Sharks (Rhincodon typus) in Botubarani Ecotourism Development Zone: Presence, Oceanographic, and Geomorphic Bathymetry Characters.”
Hasil riset yang diterbitkan bari-baru ini di Egyptian Journal of Aquatic Biology & Fisheries berbeda dengan kemunculan hiu paus di lokasi lain di seluruh dunia, yang biasanya terjadi jauh dari daratan, di perairan Botubarani keberadaan satwa yang dilindungi tersebut berada di dekat daratan Botubarani.
Hasil riset, “ada celah sempit (narrow bottom gap) dan lereng landas kontinen yang cukup curam dekat garis Pantai,” kata Nuralim Pasisingi, penulis pertama dalam jurnal tersebut, kepada Darilaut.id.
”Fitur geomorfologi ini menjadi habitat penting yang diduga kuat berkontribusi terhadap kemunculan hiu paus di Botubarani.”




