Namun demikian, tetap perlu diwaspadai kehadirannya, karena el-Nino 2023 relatif stabil atau konstans sejak akhir Agustus hingga akhir Desember 2023 dengan tingkat probalitas yang relatif tinggi (di antara 90-100%).
Harapan terakhir jatuh ke Monsun Asia, yang akan meredam atau bahkan memaksa el-Nino 2023 untuk kembali ke posisi normal, sejak akhir Oktober/awal November, ujarnya.
Koordinator Pelaksana Fungsi Direktorat Kebijakan Lingkungan Hidup, Kemaritiman, Sumber Daya Alam, dan Ketenaganukliran BRIN, Fadli Syamsudin mengatakan dari berbagai kajian ada kecenderungan El Nino pada tahun ini tidak akan terjadi penguatan yang ekstrem.
Namun demikian, pemerintah perlu tetap waspada dalam mengantisipasi dampak dari El Nino.
Di Indonesia dampak El nino belum merata. Namun ada beberapa daerah di bagian timur yang sudah mengalami kekeringan yang berdampak pada sektor pertanian.
Oleh karena itu, perlu ada kebijakan dalam mengatasi permasalahan ketahanan pangan. “Kami berusaha membantu untuk mengambil case area, salah satunya dengan melihat informasi prediksi iklim ke depan, dan bekerjasama yang kaitannya dengan komunitas-komunitas pertanian,” ujarnya.
Menurut Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Yudha Setiawan Djamil, anomali cuaca memilik pengertian yang cukup luas. El Nino merupakan salah satu pola yang berpengaruh pada anomali cuaca.





Komentar tentang post