“Senang sekali menyambut ratifikasi ke-100 MLC 2006, dan menyaksikan bagaimana Kesultanan Oman, negara maritim yang sudah lama berdiri, telah menunjukkan jalan ke negara-negara lain di kawasan ini,” kata Guy Ryder.
Memang, kata Guy Ryder, Oman menjadi anggota pertama Dewan Kerja sama Teluk yang bergabung dengan upaya global untuk memastikan pekerjaan yang layak bagi pelaut dan persaingan yang adil bagi pemilik kapal.
Ratifikasi ini menandai tonggak sejarah global dan merupakan perayaan keberanian pelaut, pemilik kapal dan pemerintah yang pada tahun 2006 berani memimpikan Konvensi ILO yang akan mengkonsolidasikan 70 Konvensi dan Rekomendasi yang diadopsi sebelumnya.
“Sejak itu, Konvensi Perburuhan Maritim telah menjadi referensi dunia untuk industri maritim dan pilar keempat rezim maritim internasional.”
Diadopsi oleh Negara-negara Anggota ILO pada Februari 2006, Konvensi tersebut menyatukan sejumlah besar standar ketenagakerjaan industri yang ada yang tidak lagi mencerminkan kondisi kerja dan kehidupan kontemporer, memiliki tingkat ratifikasi yang rendah, atau sistem penegakan dan kepatuhan yang tidak memadai.
Menggabungkan instrumen yang seringkali sangat terperinci ini menjadi satu Konvensi, memudahkan negara-negara untuk mengatur dan menegakkan norma dan standar industri yang konsisten, di seluruh dunia.





Komentar tentang post