Siklon tropis, yang juga disebut badai atau topan adalah salah satu bencana alam paling dahsyat ketika menghantam wilayah pesisir yang padat penduduk.
Topan Mocha membawa hujan lebat yang menyebabkan banjir, dan angin kencang melintasi daerah pesisir dan dataran rendah di Myanmar dan Bangladesh.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menjelaskan daerah-daerah tersebut telah mengalami kebutuhan kemanusiaan yang signifikan, dengan ratusan ribu orang yang rentan telah mengalami krisis berturut-turut di perbatasan kedua negara tersebut.
Di Myanmar, Mocha membawa hujan lebat, gelombang badai, dan angin kencang tercatat, khususnya di dan sekitar Sittwe, ibu kota Rakhine.
Di Bangladesh, puluhan ribu keluarga telah terkena dampaknya. Fasilitas utama telah rusak, terutama di kamp pengungsian Rohingya di Teknaf dan komunitas tetangga. Lebih dari 750.000 orang dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.
Menjelang datangnya siklon, OCHA dan mitra telah menempatkan pasokan dan personel sebelumnya untuk menilai dan menanggapi kebutuhan.
OCHA sangat membutuhkan akses ke orang yang membutuhkan dan dana tambahan di perbatasan.
Kita juga perlu mempertahankan program penyelamatan jiwa yang kekurangan dana untuk menanggapi krisis kemanusiaan yang berkelanjutan di Myanmar dan Bangladesh, kata OCHA.





Komentar tentang post