Kamis, November 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Resveratrol, Senyawa Alami Tanaman yang Berpotensi Jadi Terapi Baru Penyakit Jantung

redaksi
28 Desember 2025
Kategori : Berita, Kesehatan
0
Resveratrol, Senyawa Alami Tanaman yang Berpotensi Jadi Terapi Baru Penyakit Jantung

GAMBAR: The Egyptian Heart Journal

Darilaut – Penyakit jantung genetik sindrom brugada (Brugada syndrome) dikenal sebagai salah satu penyebab kematian mendadak di usia produktif. Penyakit ini berpeluang memiliki terapi baru di masa depan.

Kajian ilmiah terbaru tim peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengungkap bahwa resveratrol, senyawa alami yang terdapat pada beberapa tanaman, berpotensi mendukung terapi gen untuk menangani penyakit tersebut.

Tim masing-masing Andin Zahrani Pateda, Andi Alika Azzahra, Kuni Zakiyyah Sumargo, dan Muchtar Nora Ismail Siregar telah memublikasikan hasil penelitian ini di The Egyptian Heart Journal.

Sindrom brugada merupakan gangguan irama jantung akibat kelainan genetik, terutama mutasi pada gen SCN5A yang mengatur aliran listrik jantung.

Melansir fk.ung.ac.id penyakit ini sering tidak bergejala dan kerap baru terdeteksi setelah terjadi henti jantung mendadak.

Kawasan Asia Tenggara tercatat sebagai salah satu wilayah dengan angka kejadian tertinggi.

Selama ini, penanganan sindrom brugada masih mengandalkan pemasangan implantable cardioverter defibrillator (ICD). Alat ini bekerja memberikan kejut listrik saat terjadi gangguan irama jantung, namun tidak memperbaiki penyebab utama penyakit yang bersifat genetik.

Selain itu, ICD juga memiliki risiko efek samping seperti infeksi dan kejut listrik yang tidak diperlukan.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Fakultas Kedokteran UNGPenyakit JantungUNGUniversitas Negeri Gorontalo
Bagikan4Tweet3KirimKirim
Previous Post

Bibit 96S Berpeluang Sedang Menjadi Siklon Tropis di Selatan NTT

Next Post

Sebulan Setelah Dihantam Siklon Ditwah Lebih Dari Satu Juta Orang Masih Membutuhkan Bantuan di Sri Lanka

Postingan Terkait

KLHK dan IPB University Ujicoba Alat Pengukur Tinggi Gelombang

Dunia Menuju Kondisi Melampaui Ambang Batas 1,5°C

5 November 2026
Peringatan Hari Konservasi di Bontang Mangrove Park

Dana Adaptasi Iklim Belum Cukup di Tengah Pemanasan Global yang Melampaui 1,5°C

5 November 2026

Mengukur dan Memprediksi Perubahan Permukaan Laut

Komisi Oseanografi Terbitkan Kerangka Kerja Pengamatan Permukaan Laut Global

Kelompok Talin di Raja Ampat Kembangkan Potensi Kelapa Kampung

Dosen UNG Perkuat Kapasitas Teknologi Marikultur di Cina

Tsunami dan Titik Rawan Bencana Multi-bahaya Beruntun di Wilayah Pesisir Cincin Api Pasifik

Tsunami Dahsyat Dari Dekat Semenanjung Kamchatka Rusia

Next Post
Sebulan Setelah Dihantam Siklon Ditwah Lebih Dari Satu Juta Orang Masih Membutuhkan Bantuan di Sri Lanka

Sebulan Setelah Dihantam Siklon Ditwah Lebih Dari Satu Juta Orang Masih Membutuhkan Bantuan di Sri Lanka

TERBARU

Mengapa Anak Muda Selalu Kalah dalam Politik Gorontalo?

Dunia Menuju Kondisi Melampaui Ambang Batas 1,5°C

Dana Adaptasi Iklim Belum Cukup di Tengah Pemanasan Global yang Melampaui 1,5°C

Mengukur dan Memprediksi Perubahan Permukaan Laut

Komisi Oseanografi Terbitkan Kerangka Kerja Pengamatan Permukaan Laut Global

Kelompok Talin di Raja Ampat Kembangkan Potensi Kelapa Kampung

AmsiNews

REKOMENDASI

Physalia physalis, Spesies Ubur-Ubur Paling Berbahaya di Laut

Masih Pandemi, Covid-19 Belum Masuk Fase Endemi

Setelah Pelayaran 6 Hari KRI Bima Suci Tiba di Kota Tual

Badai Goni Bergeser, Tinggi Gelombang di Natuna Utara 4 Meter

Tim Medis Layani Warga Terdampak Banjir di Kalimantan Selatan

7 Tim Mahasiswa UNG Lolos Pendanaan Program Kreativitas Kemdiktisaintek

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.