Berbeda dengan umumnya riset LSI Denny JA, riset ini bertujuan mengolah data sekunder. Hasil ini bukan survei opini publik. Yang digali bukanlah persepsi publik atas virus corona.
Kali ini riset LSI Denny JA ingin membaca tren data dunia dan Indonesia atas kasus corona. Riset ini ingin menjawab apakah dan kapankah puncak pandemik terlampaui. Bisakah kita prediksi kapan pandemik berakhir.
Kesimpulan untuk pertanyaan itu diolah LSI Denny JA dari 3 sumber data dan informasi. Pertama, Worldometer data dunia virus corona. Kedua, Singapore University of Technology and Design. Ketiga, berbagai hasil riset lainnya.
Ditemukannya vaksin kekebalan untuk virus corona adalah satu-satunya penjamin virus corona bisa ditangani. Ketika vaksin ditemukan, virus corana hanya menjadi flu biasa yang tak lagi mematikan.
Namun sebelum vaksin ditemukan berbagai protokol kesehatan diberlakukan di banyak negara. Antara lain menjaga jarak fisik (social distancing, physical distancing), lock-down wilayah dengan segala istilah yang berbeda, work form home, online learning, penggunaan masker, sesering mungkin mencuci tangan, menggunakan hand sanitizer), dan sebagainya.
Data dari worldometer menunjukkan, protokol kesehatan itu efektif bekerja untuk rata-rata dunia. Sebelumnya, penambahan kasus baru yang terpapar grafiknya menanjak signifikan. Tapi sejak 1 April 2020, penambahan kasus baru terpapar mulai menunjukkan grafik yang landai.





Komentar tentang post