Di Maluku Utara, Loyan menangkap ikan tuna selama empat hari. Kemudian balik lagi ke Olele. Perjalanan ke lokasi penangkapan dan saat menangkap ikan, hingga balik ke Olele, selama 10 hari.
Kini Loyan lebih banyak menangkap ikan di rumpon yang berjarak tiga sampai lima mil laut dari Olele.

Dari BBM Beralih ke LPG
Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Loyan sudah mulai belajar menangkap ikan tuna. Profesi ini mulai digeluti penuh di usia 16 tahun.
Selama menjadi nelayan penangkap ikan tuna, Loyan menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bensin premium.
Pada akhir 2018, Loyan dan sejumlah nelayan di Olele mendapatkan bantuan program konversi BBM ke Bahan Bakar Gas (BBG) atau Liquefied Petroleum Gas (LPG).
Loyan mulai mempelajari bagaimana penggunaan bahan bakar gas untuk mengoperasikan perahu katinting untuk menangkap ikan.
Mengutip situs Migas.esdm.go.id, program konversi BBM ke LPG untuk nelayan, telah dilaksanakan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2016.
Hingga Juni 2021, total yang telah terkonversi untuk nelayan sebanyak 85.859 unit. Tahun ini, akan dibagikan sebanyak 28.000 unit paket konversi untuk nelayan.
Pemerintah dalam melaksanakan program konversi tersebut, menugaskan PT Pertamina, dalam hal ini Pertamina Patra Niaga selaku Sub Holding Commercial & Trading Pertamina.





Komentar tentang post