Kamis, Oktober 1, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Riwayat Nelayan Penangkap Ikan Tuna yang Beralih Dari BBM ke Gas

redaksi
6 Agustus 2021
Kategori : Berita, Laporan Khusus
0
Riwayat Nelayan Penangkap Ikan Tuna yang Beralih Dari BBM ke Gas

Loyan Arsad, nelayan penangkap ikan tuna sirip kuning di Desa Olele, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. FOTO: DOK. DARILAUT.ID

Seperti di Desa Olele, tidak ada pangkalan atau pengecer yang menjual LPG. Untuk mendapatkan LPG tersebut, Loyan harus ke desa tetangga yang jaraknya lebih kurang 3,5 kilometer.

Pangkalan LPG ini berada di Desa Tolotio, Kecamatan Bone Pantai, Bone Bolango. Selain jarak, faktor geografis yang harus dilalui ke Tolotio melalui jalanan yang menanjak dan tikungan tajam.

Faktor ini yang menjadi kendala dan sangat mempengaruhi nelayan yang akan membeli LPG.

Bila tiba dari melaut di malam hari, tidak mungkin nelayan akan langsung ke desa tetangga yang menjual LPG. Apalagi bila dini hari sudah harus kembali melaut.

Perahu katinting di Desa Olele. FOTO: DARILAUT.ID

Biasanya, untuk nelayan yang tiba malam hari dan esok paginya langsung melaut, akan menggunakan bensin premium. Karena bensin eceran dijual di Olele.

“Saya membeli bensin bila LPG kosong atau tiba malam dan akan melaut lagi pagi hari,” kata Loyan.

Setiap kali melaut, Loyan rata-rata mendapatkan 1 atau 2 ekor tuna sirip kuning. Saat ini harga tuna yang dibeli langsung di Olele Rp 40 ribu per kg.

Sebagai nelayan yang spesialis menangkap ikan tuna sirip kuning di perairan Teluk Tomini, sudah tiga tahun ini Loyan menggunakan LPG.

Tidak ada hambatan yang berarti dalam mengoperasikan perahu katinting dengan bahan bakar gas.

“Pakai LPG lebih irit, bagus,” ujar Loyan.

Halaman 4 dari 5
Sebelumnya1...345Selanjutnya
Tags: Bone BolangoESDMgorontaloNelayan kecilteluk tominituna sirip kuning
Bagikan4Tweet2KirimKirim
Previous Post

Triwulan Kedua 2021, Pertumbuhan Sektor Perikanan 9,69 Persen

Next Post

Mahasiswa Edukasi Penanganan dan Pengelolaan Bank Sampah

Postingan Terkait

Kenaikan Suhu Berdampak Luas Terhadap Lingkungan dan Berbagai Risiko Iklim

Kenaikan Suhu Berdampak Luas Terhadap Lingkungan dan Berbagai Risiko Iklim

1 Oktober 2026
Karhutla di Pulau Karakelang Talaud Sulawesi Utara

Karhutla di Pulau Karakelang Talaud Sulawesi Utara

1 Oktober 2026

Kebutuhan Pasar Ikan Hias Indonesia Diperoleh Melalui Eksploitasi Dari Alam

UNG Perkuat Tata Kelola Akademik Melalui Uji Publik

Panas Laut dan El Niño Mungkin Bikin Penyu Lekang Pertama Kali Bertelur di Pantai California

Diskualifikasi Elektoral Soal Syarat Pendidikan Cawapres Gibran

Pertama Kali Penyu Lekang Bertelur di Pantai California

Topan Surigae Melemah Menjadi Badai Tropis di Dekat Jepang

Next Post
Setiap Hari, Timbunan Sampah di Indonesia 175 Ribu Ton, 15 Persen Plastik

Mahasiswa Edukasi Penanganan dan Pengelolaan Bank Sampah

Komentar tentang post

TERBARU

Kenaikan Suhu Berdampak Luas Terhadap Lingkungan dan Berbagai Risiko Iklim

Karhutla di Pulau Karakelang Talaud Sulawesi Utara

Kebutuhan Pasar Ikan Hias Indonesia Diperoleh Melalui Eksploitasi Dari Alam

UNG Perkuat Tata Kelola Akademik Melalui Uji Publik

Panas Laut dan El Niño Mungkin Bikin Penyu Lekang Pertama Kali Bertelur di Pantai California

Diskualifikasi Elektoral Soal Syarat Pendidikan Cawapres Gibran

AmsiNews

REKOMENDASI

Kapal Gerbang Samudera I Terbakar, 130 Orang Selamat, Tiga Hilang

Badai Kategori 2 Fina Mendekati Pendaratan di Semenanjung Cobourg Australia

Bibit Siklon Tropis 98S Berada di Timur Kepulauan Cocos (Keeling)

World Wetlands Day: Lahan Basah Ekosistem Paling Terancam, Hilang Tiga Kali Lebih Cepat Dari Hutan

Siklon Tropis Kembali Akan Mendarat di Pulau Honshu, Jepang

Dunia Baru Saja Melewati Januari Terpanas Saat Peristiwa La Nina

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.