Sabtu, September 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

World Wetlands Day: Lahan Basah Ekosistem Paling Terancam, Hilang Tiga Kali Lebih Cepat Dari Hutan

redaksi
2 Februari 2026
Kategori : Berita, Iklim
0
World Wetlands Day: Lahan Basah Ekosistem Paling Terancam, Hilang Tiga Kali Lebih Cepat Dari Hutan

Ilustrasi lahan basah. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Lahan basah ekosistem yang paling terancam di Bumi, menghilang tiga kali lebih cepat daripada hutan.

Tahun 2026 menandai 50 tahun konvensi tentang Lahan Basah (Wetlands). Hanya dalam 50 tahun — sejak 1970 — sebanyak 35% lahan basah di dunia telah hilang.

Hari Lahan Basah Sedunia (World Wetlands Day) diperingati tanggal 2 Februari setiap tahunnya. Melansir Un.org, tahun ini menyoroti pentingnya lahan basah secara budaya bagi masyarakat dan menandai peringatan 50 tahun Konvensi tentang Lahan Basah — sebuah perjanjian yang berupaya menghentikan hilangnya lahan basah di seluruh dunia.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) lahan basah adalah ekosistem, di mana air adalah faktor utama yang mengendalikan lingkungan dan kehidupan tumbuhan dan hewan yang terkait.

Definisi luas lahan basah mencakup ekosistem air tawar dan laut serta pesisir, seperti semua danau dan sungai, akuifer bawah tanah, rawa dan air payau, padang rumput basah, lahan gambut.

Lahan basah juga mencakup oasis, muara, delta dan dataran pasang surut, hutan bakau dan daerah pesisir lainnya, terumbu karang, dan semua lokasi buatan manusia seperti tambak ikan, sawah, waduk, dan tambak garam.

Lahan-lahan ini sangat penting bagi manusia dan alam, mengingat nilai intrinsik ekosistem ini, serta manfaat dan jasanya, termasuk kontribusi lingkungan, iklim, ekologi, sosial, ekonomi, ilmiah, pendidikan, budaya, rekreasi, dan estetika terhadap pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan manusia.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Hari Lahan Basah SeduniaLahan BasahPBBWorld Wetlands Day
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Bibit Siklon Tropis 92S Terletak di Dekat Kepulauan Cocos

Next Post

Awal 2026 UNG Kukuhkan 700 Lulusan Terbaik Dari Berbagai Bidang Keilmuan

Postingan Terkait

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

5 September 2026
Afrika Lebih Besar, PBB: Distorsi Pengecilan Melanggengkan Pandangan Dunia yang Tidak Seimbang

Afrika Lebih Besar, PBB: Distorsi Pengecilan Melanggengkan Pandangan Dunia yang Tidak Seimbang

5 September 2026

Peta Afrika Tampak Kecil, Tidak Sesuai Ukuran Asli

Gunung Ibu di Halmahera Barat Meletus

UNAIR Beri Dukungan Optimal untuk Membantu Program Studi Kebidanan UNG

Kejadian Langka Saat Fenomena El Niño: Trio Siklon Tropis Beriringan di Pasifik Timur Laut

Api Menghanguskan Hutan dan Lahan di Pulau Sumatra, Asap Menyebar Hingga Asia Tenggara

Sensor MODIS NASA Menangkap Kebakaran Lahan Gambut di Indonesia

Next Post
Awal 2026 UNG Kukuhkan 700 Lulusan Terbaik Dari Berbagai Bidang Keilmuan

Awal 2026 UNG Kukuhkan 700 Lulusan Terbaik Dari Berbagai Bidang Keilmuan

TERBARU

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

Afrika Lebih Besar, PBB: Distorsi Pengecilan Melanggengkan Pandangan Dunia yang Tidak Seimbang

Peta Afrika Tampak Kecil, Tidak Sesuai Ukuran Asli

Gunung Ibu di Halmahera Barat Meletus

UNAIR Beri Dukungan Optimal untuk Membantu Program Studi Kebidanan UNG

Kejadian Langka Saat Fenomena El Niño: Trio Siklon Tropis Beriringan di Pasifik Timur Laut

AmsiNews

REKOMENDASI

LIPI Kembangkan Potensi Obat Herbal Antivirus Covid-19

Senat Universitas Negeri Gorontalo Menetapkan 4 Bakal Calon Rektor

Kandungan Nutrisi Ikan Sidat Melebihi Salmon

Mengapa Ada Pemungutan Suara Ulang, Lanjutan dan Susulan?

Ikan Matahari, Spesies Endemik Halmahera

Topan Khanun Mendarat Pagi Ini di Semenanjung Korea

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.