Darilaut – Lahan basah ekosistem yang paling terancam di Bumi, menghilang tiga kali lebih cepat daripada hutan.
Tahun 2026 menandai 50 tahun konvensi tentang Lahan Basah (Wetlands). Hanya dalam 50 tahun — sejak 1970 — sebanyak 35% lahan basah di dunia telah hilang.
Hari Lahan Basah Sedunia (World Wetlands Day) diperingati tanggal 2 Februari setiap tahunnya. Melansir Un.org, tahun ini menyoroti pentingnya lahan basah secara budaya bagi masyarakat dan menandai peringatan 50 tahun Konvensi tentang Lahan Basah — sebuah perjanjian yang berupaya menghentikan hilangnya lahan basah di seluruh dunia.
Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) lahan basah adalah ekosistem, di mana air adalah faktor utama yang mengendalikan lingkungan dan kehidupan tumbuhan dan hewan yang terkait.
Definisi luas lahan basah mencakup ekosistem air tawar dan laut serta pesisir, seperti semua danau dan sungai, akuifer bawah tanah, rawa dan air payau, padang rumput basah, lahan gambut.
Lahan basah juga mencakup oasis, muara, delta dan dataran pasang surut, hutan bakau dan daerah pesisir lainnya, terumbu karang, dan semua lokasi buatan manusia seperti tambak ikan, sawah, waduk, dan tambak garam.
Lahan-lahan ini sangat penting bagi manusia dan alam, mengingat nilai intrinsik ekosistem ini, serta manfaat dan jasanya, termasuk kontribusi lingkungan, iklim, ekologi, sosial, ekonomi, ilmiah, pendidikan, budaya, rekreasi, dan estetika terhadap pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan manusia.




