Darilaut – Jumlah rumah yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi darat magnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah bertambah menjadi 5.180 unit.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kerusakan permukiman masih dalam proses pendataan dengan rincian sementara mencapai 3.846 unit rumah rusak ringan, 1.120 unit rumah rusak sedang, dan 214 unit rumah rusak berat.
Data terbaru, bencana tersebut mengakibatkan tiga warga meninggal dunia, sekitar 3.262 KK atau 9.501 jiwa terdampak, 81 warga mengalami luka ringan dan 14 warga luka berat.
Penanganan dampak gempa bumi yang terjadi pada Senin (16/6) lalu, masih terus dilakukan BPBD setempat dan BNPB.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menetapkan status tanggap darurat sejak 17 hingga 23 Juni 2026, dengan BNPB terus melakukan pendampingan di lapangan.
Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto mengatakan tinggal ditenda hanya sementara. Bagi para warga yang rumahnya rusak akibat bencana akan mendapatkan bantuan stimulan dengan skema rumah rusak ringan 15 juta, rusak sedang 30 juta dan rusak berat 60 juta. Lebih lanjut untuk rumah rusak berat, BNPB akan menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH).
Hal ini disampaikan Suharyanto saat meninjau lokasi dampak gempa yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Jumat (19/6).



