Pada periode 14-17 Mei 2026, suhu maksimum di atas 35,0°C hingga 36,0°C masih teramati di beberapa wilayah, seperti Sumatra Utara, Lampung, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Timur, dan Papua Barat. Kondisi suhu yang terik pada siang hari dapat mendukung proses pembentukan awan hujan, terutama pada periode sore hingga malam hari. Peluang ini umumnya lebih besar terjadi di wilayah yang memiliki kelembapan udara cukup, karena kondisi atmosfer mendukung bagi pertumbuhan awan konvektif.
Hal tersebut dikonfirmasi dengan masih adanya hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem yang masih tercatat di sejumlah daerah pada periode yang sama.
BMKG mencatat curah hujan harian cukup signifikan di Jawa Barat 184,5 mm/hari, Kalimantan Tengah 129,8 mm/hari, Kalimantan Barat 105,0 mm/hari, Riau 95,5 mm/hari, Sulawesi Selatan 96,7 mm/hari, Sumatra Utara 91,0 mm/hari, Maluku Utara 87,3 mm/hari, Sulawesi Tengah 78,9 mm/hari, Kep. Riau 77,6 mm/hari, Nusa Tenggara timur 61,9 mm/hari, dan Kalimantan Utara 53,5 mm/hari.
Peningkatan peluang hujan dalam periode ini dipengaruhi oleh kombinasi beberapa dinamika atmosfer yang sedang aktif, antara lain Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG).




