Kamis, September 17, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Ini Beras Analog Terbuat Dari Kedelai dan Rumput Laut

redaksi
10 Agustus 2021
Kategori : Berita, Ide & Inovasi, Kesehatan
0
Ini Beras Analog Terbuat Dari Kedelai dan Rumput Laut

Ilustrasi rumput laut. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) membuat beras analog berbahan dasar kedelai edamame dan rumput laut. Beras ini sebagai solusi alternatif sumber karbohidrat yang lebih sehat bagi penderita Diabetes Melitus Tipe 2 atau DMT2 bernama Ruamerice.

Beras analog dibuat lima mahasiswa UB, masing-masing Eunike Cecilia (Fakultas Kedokteran), Shinta Kirana (Fakultas Kedokteran), Muhammad Naufal Rizqi Alfani (Fakultas Kedokteran), Dyah Ayu Puspitasari (Fakultas Kedokteran), dan Arvin Wahyu Nor Imam (FTP).

Melansir Prasetya.ub.ac.id, Senin (9/8), tim tersebut memilih kedelai edamame sebagai bahan dasar pembuatan beras analog karena kandungan komponen fitokimia didalamnya, yaitu isoflavon, sterol, saponin.

Kandungan ini memiliki kadar gula total yang lebih rendah dibandingkan dengan beras putih.

“Tidak hanya itu hanya itu, rumput laut khas Maluku menjadi bahan dasar kedua yang juga memberikan berbagai manfaat kesehatan bagi penderita DMT2,” kata salah satu perwakilan tim mahasiswa, Dyah, seperti dikutip dari Prasetya.ub.ac.id.

Dengan hasil penelitian ini diharapkan mampu membawa perubahan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, memberikan manfaat kepada berbagai lapisan masyarakat melalui pemanfaataan bahan pangan lokal.

Selain itu, menjadi langkah konkret guna mewujudkan diversifikasi bahan pangan yang saat ini sedang digencar-gencarkan oleh pemerintah.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Ketahanan PanganRumput LautUniversitas Brawijaya
Bagikan49Tweet1KirimKirim
Previous Post

Ini Kemasan Makanan Terbuat Dari Rumput Laut

Next Post

Bom Ikan Resahkan Warga dan Pelaku Jasa Wisata di Togean

Postingan Terkait

Badai Tropis Jangmi Terbentuk di Laut Filipina, Dekat Yap

Badai Tropis Dujuan Menguat di dekat Kepulauan Mariana Utara

17 September 2026
Api Menghanguskan Zamrud Khatulistiwa Kepulauan Nusantara

Api Menghanguskan Zamrud Khatulistiwa Kepulauan Nusantara

17 September 2026

Asia dan Afrika Paling Terdampak Bencana Air, Sungai mengering dengan Kondisi Tak Wajar

Paus Sperma Betina Panjang Hampir 10 Meter Mati Terdampar di Pulau Ternate

Instruktur Selam Pemanah Penyu di Raja Ampat Ditangkap, SSI Mengecam Perlakuan Buruk Terhadap Biota Laut

Temperatur Magma Anak Krakatau Lebih Dari 900°C

Gunung Anak Krakatau Lahir 1927 Memiliki Kedalaman Dapur Magma Lebih Dari 7 Km

Magma Gunung Anak Krakatau Lebih Basaltik dan Panas

Next Post
Bom Ikan Resahkan Warga dan Pelaku Jasa Wisata di Togean

Bom Ikan Resahkan Warga dan Pelaku Jasa Wisata di Togean

Komentar tentang post

TERBARU

Badai Tropis Dujuan Menguat di dekat Kepulauan Mariana Utara

Api Menghanguskan Zamrud Khatulistiwa Kepulauan Nusantara

Asia dan Afrika Paling Terdampak Bencana Air, Sungai mengering dengan Kondisi Tak Wajar

Paus Sperma Betina Panjang Hampir 10 Meter Mati Terdampar di Pulau Ternate

Instruktur Selam Pemanah Penyu di Raja Ampat Ditangkap, SSI Mengecam Perlakuan Buruk Terhadap Biota Laut

Temperatur Magma Anak Krakatau Lebih Dari 900°C

AmsiNews

REKOMENDASI

Hujan yang Dibawa Topan Bavi Meluas di Daratan Cina, Lebih Dari 2,8 Juta Orang Dievakuasi

Topan Noru Hari Ini Mendarat di Filipina

Ridwan Kamil Ajak Media Membangun Ruang Dialog yang Konstruktif

Isu Mamalia Laut Berdampak pada Perdagangan Perikanan Internasional

12 Jenis Ikan Ekonomis yang Terkontaminasi Mikroplastik di Teluk Tomini Hidup di Dekat Pantai Hingga Terumbu Karang

Murka Netizen Melihat Video Nelayan Siksa Penyu

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.