Senin, November 2, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Ini Beras Analog Terbuat Dari Kedelai dan Rumput Laut

redaksi
10 Agustus 2021
Kategori : Berita, Ide & Inovasi, Kesehatan
0
Ini Beras Analog Terbuat Dari Kedelai dan Rumput Laut

Ilustrasi rumput laut. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) membuat beras analog berbahan dasar kedelai edamame dan rumput laut. Beras ini sebagai solusi alternatif sumber karbohidrat yang lebih sehat bagi penderita Diabetes Melitus Tipe 2 atau DMT2 bernama Ruamerice.

Beras analog dibuat lima mahasiswa UB, masing-masing Eunike Cecilia (Fakultas Kedokteran), Shinta Kirana (Fakultas Kedokteran), Muhammad Naufal Rizqi Alfani (Fakultas Kedokteran), Dyah Ayu Puspitasari (Fakultas Kedokteran), dan Arvin Wahyu Nor Imam (FTP).

Melansir Prasetya.ub.ac.id, Senin (9/8), tim tersebut memilih kedelai edamame sebagai bahan dasar pembuatan beras analog karena kandungan komponen fitokimia didalamnya, yaitu isoflavon, sterol, saponin.

Kandungan ini memiliki kadar gula total yang lebih rendah dibandingkan dengan beras putih.

“Tidak hanya itu hanya itu, rumput laut khas Maluku menjadi bahan dasar kedua yang juga memberikan berbagai manfaat kesehatan bagi penderita DMT2,” kata salah satu perwakilan tim mahasiswa, Dyah, seperti dikutip dari Prasetya.ub.ac.id.

Dengan hasil penelitian ini diharapkan mampu membawa perubahan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, memberikan manfaat kepada berbagai lapisan masyarakat melalui pemanfaataan bahan pangan lokal.

Selain itu, menjadi langkah konkret guna mewujudkan diversifikasi bahan pangan yang saat ini sedang digencar-gencarkan oleh pemerintah.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Ketahanan PanganRumput LautUniversitas Brawijaya
Bagikan51Tweet3KirimKirim
Previous Post

Ini Kemasan Makanan Terbuat Dari Rumput Laut

Next Post

Bom Ikan Resahkan Warga dan Pelaku Jasa Wisata di Togean

Postingan Terkait

Perubahan Iklim Makin Mengkhawatirkan

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

2 November 2026
New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

2 November 2026

Potensi Karhutla Awal November Risiko Tertinggi di Sebagian Wilayah Indonesia

Sebaran Asap Lintas Batas Terdeteksi dari Papua Nugini ke Papua Selatan

Titik Panas Terbanyak di Sulawesi, Papua dan Maluku

Misi Pemantauan Laut Copernicus Sentinel-6

Satelit Altimetri Copernicus Melacak Kenaikan Permukaan Laut, Badai dan Fenomena El Niño

250 juta Hektare Daratan dan Perairan Dalam Proses Pemulihan

Next Post
Bom Ikan Resahkan Warga dan Pelaku Jasa Wisata di Togean

Bom Ikan Resahkan Warga dan Pelaku Jasa Wisata di Togean

Komentar tentang post

TERBARU

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

UNG Optimalkan Partisipasi Alumni

Potensi Karhutla Awal November Risiko Tertinggi di Sebagian Wilayah Indonesia

Sebaran Asap Lintas Batas Terdeteksi dari Papua Nugini ke Papua Selatan

Titik Panas Terbanyak di Sulawesi, Papua dan Maluku

AmsiNews

REKOMENDASI

COP29:  Tanpa Air Tidak Akan Ada Pembangunan Berkelanjutan

Selain Covid-19, Tetap Perhatikan Demam Berdarah

Badai Ida Mendarat di Louisiana

Badai Tropis Lingling Akan Mendarat di Kagoshima Jepang

Gerakan Maju Tani Akan Cetak 10 Juta Petani Digital

Keliru, Tidak Ada Istilah Medis Detoksifikasi Vaksin COVID-19

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.