Selasa, Juli 14, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Seberapa Parah Peristiwa Cuaca Ekstrem Tahun 2024, Ini Laporan World Weather Attribution 

redaksi
31 Desember 2024
Kategori : Berita, Iklim
0
Seberapa Parah Peristiwa Cuaca Ekstrem Tahun 2024, Ini Laporan World Weather Attribution 

Studi Atribusi Cuaca Dunia pada tahun 2024. GAMBAR: WWA

Darilaut – Peristiwa cuaca ekstrem meningkat dan berbahaya selama tahun 2024. World Weather Attribution (WWA) mencatat suhu yang memecahkan rekor tahun ini memicu gelombang panas yang tak henti-hentinya, kekeringan, kebakaran hutan, badai dan banjir yang menewaskan ribuan orang dan memaksa jutaan orang meninggalkan rumah mereka.

Inilah laporan WWA atau Atribusi Cuaca Dunia, lembaga yang melibatkan ilmuwan di seluruh dunia untuk mengukur perubahan iklim dan peristiwa cuaca ekstrem tahun 2024.

Setiap Desember, menurut WWA, orang-orang bertanya kepada kami seberapa parah peristiwa cuaca ekstrem tahun ini.

Untuk menjawab pertanyaan ini, ”kami telah bermitra dengan Climate Central untuk membuat laporan yang meninjau beberapa peristiwa paling signifikan dan menyoroti temuan dari studi atribusi kami,” ujar WWA.

Laporan ini juga mencakup analisis baru yang melihat jumlah hari panas berbahaya yang diperparah perubahan iklim pada tahun 2024.

Tahun cuaca ekstrem yang luar biasa ini menunjukkan betapa berbahayanya kehidupan dengan pemanasan yang disebabkan oleh manusia sebesar 1,3°C, dan menyoroti urgensi untuk menjauh dari bahan bakar fosil yang memanaskan planet secepat mungkin.

Perubahan iklim berkontribusi pada kematian setidaknya 3.700 orang dan pengungsian jutaan orang dalam 26 peristiwa cuaca yang telah dipelajari WWA selama tahun 2024.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: BanjirEl NinoPerubahan IklimSiklon TropisWorld Weather Attribution
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Sejumlah Mahasiswa UNG Dapat Beasiswa Dari Industri Morowali

Next Post

Perubahan Iklim Mencengkeram Dari Puncak Gunung Hingga Kedalaman Laut

Postingan Terkait

Pendekatan Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

14 Juli 2026
Pendekatan Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

14 Juli 2026

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Pendekatan Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera

Kosmologi Penangkapan Paus di Lamalera NTT Selaras dengan Konservasi Integratif

Lebih Dari 3 Juta Orang Dievakuasi Akibat Topan Bavi di Cina

Badai Tropis Bavi Bergerak ke Timur Laut Mendekati Qingdao, Kota di Pesisir Laut Kuning

6.000 Pelaut Masih Terdampar di Teluk Persia Saat Perang AS dan Iran Kembali Berkecamuk

Next Post
Perubahan Iklim Mencengkeram Dari Puncak Gunung Hingga Kedalaman Laut

Perubahan Iklim Mencengkeram Dari Puncak Gunung Hingga Kedalaman Laut

TERBARU

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Pendekatan Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera

Kosmologi Penangkapan Paus di Lamalera NTT Selaras dengan Konservasi Integratif

Lebih Dari 3 Juta Orang Dievakuasi Akibat Topan Bavi di Cina

AmsiNews

REKOMENDASI

5 orang Kru KM Dorolonda Sembuh Dari Covid-19

Penggunaan Bom ikan, Polusi dan Sedimentasi Penyebab Kerusakan Terumbu Karang

Gempa Kuat di Togean Tojo Una-Una, Warga Berhamburan Keluar Rumah

BNPB Terus Memonitor Dampak Gempa Maluku

Rumpon Asing di Perairan Indonesia Perlu Dibersihkan

Emil Salim Minta Presiden Batalkan Kebijakan Ekspor Benih Lobster

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.