Sementara itu, Meksiko menyerukan dialog. “Sesuai dengan prinsip konstitusional kebijakan luar negeri dan keyakinan pasifis negara kami, kami tegaskan kembali seruan kami untuk meredakan ketegangan di kawasan tersebut. Pemulihan koeksistensi damai di antara negara-negara di kawasan tersebut merupakan prioritas tertinggi,” tulis Kementerian Luar Negeri Meksiko di X.
Venezuela juga mengecam serangan tersebut. Dalam sebuah pernyataan di Telegram, Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil mengatakan negaranya “dengan tegas dan tegas mengutuk pemboman yang dilakukan oleh militer AS, atas permintaan negara Israel”. Ia juga menyerukan “penghentian permusuhan segera”.
Sementara itu, media yang dikelola pemerintah Cina menanyakan apakah AS “mengulangi kesalahannya di Irak di Iran.”
Artikel daring oleh CGTN, cabang berbahasa asing dari penyiar negara tersebut, mengatakan serangan AS menandai titik balik yang berbahaya.
“Sejarah telah berulang kali menunjukkan bahwa intervensi militer di Timur Tengah sering kali menghasilkan konsekuensi yang tidak diinginkan, termasuk konflik yang berkepanjangan dan destabilisasi regional,” katanya, mengutip invasi Amerika ke Irak pada tahun 2003.
Pendekatan diplomatik yang terukur yang memprioritaskan dialog daripada konfrontasi militer menawarkan harapan terbaik untuk stabilitas di Timur Tengah.




