Jumat, November 6, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Sekjen PBB: ASEAN Paling Tinggi Keanekaragaman Hayati di Dunia dan Rentan Bencana

redaksi
8 September 2023
Kategori : Berita
0
Sekjen PBB: ASEAN Paling Tinggi Keanekaragaman Hayati di Dunia dan Rentan Bencana

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres saat berpidado pada pembukaan KTT ASEAN-PBB, Kamis (7/9) di Jakarta. FOTO: PBB

Guterres menyampaikan penghargaannya atas pendekatan prinsip ASEAN dan menegaskan kembali seruan PBB mengenai strategi terpadu untuk mengakhiri penderitaan di Myanmar.

Seruan saya kepada otoritas militer Myanmar jelas, kata Guterres, “bebaskan semua pemimpin dan tahanan politik yang ditahan; membuka pintu menuju pemulihan penuh pemerintahan demokratis.”

Perkuat Kerja Sama

Sementara itu, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengajak ASEAN dan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memperkuat kerja sama demi kebaikan rakyat di dunia.

Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Jokowi saat memimpin Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-13 ASEAN- PBB, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (7/9).

“Preambule piagam ASEAN dan PBB sama-sama dimulai dengan ‘We, the peoples’, ini artinya rakyat harus terus jadi prioritas,” kata Presiden.

Presiden mengatakan, di tengah tantangan dunia yang semakin kompleks, seperti perang dan konflik, krisis pangan, krisis energi, krisis keuangan, dan bencana alam, rakyatlah yang paling merasakan dampaknya.

Untuk menangani hal tersebut, menurut Presiden, dibutuhkan aksi bersama yang terkoordinasi, baik di tingkat global yang dijalankan oleh PBB maupun di tingkat kawasan Indo-Pasifik yang dijalankan oleh ASEAN.

“Namun, harus kita katakan dengan jujur efektivitas kerja ASEAN dan PBB sering kali terkendala dinamika geopolitik yang pada akhirnya mengakibatkan lunturnya spirit kerja sama, pudarnya semangat multilateralisme, dan digantikan dengan rule by the strong,” kata Presiden.

Halaman 4 dari 5
Sebelumnya1...345Selanjutnya
Tags: Antonio GuterresASEANAung San Suu KyiJakartakeanekaragaman hayatiMyanmarSekretaris Jenderal PBB
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Badai Besar Lee Mendekati Puerto Rico Membawa Gelombang yang Berbahaya

Next Post

Setiap Tahun Polusi Udara Menyebabkan Kematian 6,7 Juta Orang

Postingan Terkait

Lere Palu

Pendekatan Inovatif Mengurangi Risiko Tsunami

6 November 2026
Kondisi Sumber Gempa dan Tsunami di Indonesia Beragam

Setiap Detik Sangat Berharga Saat Terjadi Peristiwa Tsunami

6 November 2026

UNG dan Polda Gorontalo Perluas Ruang Kolaborasi

Dunia Menuju Kondisi Melampaui Ambang Batas 1,5°C

Dana Adaptasi Iklim Belum Cukup di Tengah Pemanasan Global yang Melampaui 1,5°C

Mengukur dan Memprediksi Perubahan Permukaan Laut

Komisi Oseanografi Terbitkan Kerangka Kerja Pengamatan Permukaan Laut Global

Kelompok Talin di Raja Ampat Kembangkan Potensi Kelapa Kampung

Next Post
Setiap Tahun Polusi Udara Menyebabkan Kematian 6,7 Juta Orang

Setiap Tahun Polusi Udara Menyebabkan Kematian 6,7 Juta Orang

Komentar tentang post

TERBARU

Pendekatan Inovatif Mengurangi Risiko Tsunami

Setiap Detik Sangat Berharga Saat Terjadi Peristiwa Tsunami

UNG dan Polda Gorontalo Perluas Ruang Kolaborasi

Mengapa Anak Muda Selalu Kalah dalam Politik Gorontalo?

Dunia Menuju Kondisi Melampaui Ambang Batas 1,5°C

Dana Adaptasi Iklim Belum Cukup di Tengah Pemanasan Global yang Melampaui 1,5°C

AmsiNews

REKOMENDASI

Virus baru Mengancam Populasi Paus Orca

Balai Litbang Agama Makassar dan UNG Menggelar Workshop Fikih Pencegahan Bunuh Diri

COP28, Aktivis Khawatir Dana Adaptasi iklim dan Konservasi Salah Sasaran

Kaleidoskop 2025: Menyoroti Hasil Penelitian DBD, Hiu Paus dan Paus Orca

Mahasiswa Pertukaran Dari 70 Perguruan Tinggi Selesaikan Pendidikan di UNG

Pemberantasan IUU Fishing, ISKINDO Apresiasi Kesepakatan G20

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.