Guterres menyampaikan penghargaannya atas pendekatan prinsip ASEAN dan menegaskan kembali seruan PBB mengenai strategi terpadu untuk mengakhiri penderitaan di Myanmar.
Seruan saya kepada otoritas militer Myanmar jelas, kata Guterres, “bebaskan semua pemimpin dan tahanan politik yang ditahan; membuka pintu menuju pemulihan penuh pemerintahan demokratis.”
Perkuat Kerja Sama
Sementara itu, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengajak ASEAN dan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memperkuat kerja sama demi kebaikan rakyat di dunia.
Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Jokowi saat memimpin Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-13 ASEAN- PBB, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (7/9).
“Preambule piagam ASEAN dan PBB sama-sama dimulai dengan ‘We, the peoples’, ini artinya rakyat harus terus jadi prioritas,” kata Presiden.
Presiden mengatakan, di tengah tantangan dunia yang semakin kompleks, seperti perang dan konflik, krisis pangan, krisis energi, krisis keuangan, dan bencana alam, rakyatlah yang paling merasakan dampaknya.
Untuk menangani hal tersebut, menurut Presiden, dibutuhkan aksi bersama yang terkoordinasi, baik di tingkat global yang dijalankan oleh PBB maupun di tingkat kawasan Indo-Pasifik yang dijalankan oleh ASEAN.
“Namun, harus kita katakan dengan jujur efektivitas kerja ASEAN dan PBB sering kali terkendala dinamika geopolitik yang pada akhirnya mengakibatkan lunturnya spirit kerja sama, pudarnya semangat multilateralisme, dan digantikan dengan rule by the strong,” kata Presiden.





Komentar tentang post