“Data yang akurat bukanlah pengganti solusi, namun tanpa data, solusi tidak dapat ditemukan,” ujar Daniels, seraya menegaskan bahwa upaya penyelamatan nyawa merupakan tanggung jawab bersama yang tidak dapat dipikul oleh satu negara saja.
“Ketika semua pihak bekerja berdasarkan gambaran situasi yang jelas dan sama, keputusan yang lebih baik pun dapat diambil.”
Beberapa rute mencatat penurunan drastis dalam jumlah kedatangan, rute lainnya justru mengalami lonjakan angka kematian.
“Berkurangnya jumlah kedatangan tidak berarti perjalanan menjadi lebih aman,” kata Daniels.
Di rute Mediterania tengah, tercatat 821 orang meninggal atau hilang—menunjukkan peningkatan sebesar 111 persen—sementara jumlah kedatangan turun 46 persen menjadi 8.577 orang.
Lebih dari separuh kematian tersebut terjadi pada bulan Januari saja, saat Badai Harry melanda kawasan itu.
Sementara itu, di rute Mediterania timur, angka kematian meningkat tiga kali lipat menjadi 244 jiwa, dengan banyak kasus yang terkait dengan bencana di dekat Pulau Kreta. Sorotan lain dari laporan tersebut:
• Jumlah kedatangan ke Spanyol melalui rute Mediterania Barat meningkat 66 persen menjadi 5.647 orang, didorong oleh peningkatan tiga kali lipat dalam penyeberangan jalur darat ke Ceuta dan Melilla.




