Darilaut – Indonesia salah satu pusat terpenting dalam sejarah awal seni simbolik dan penjelajahan laut manusia modern.
Penempatan posisi ini setelah tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan Griffith University dan Southern Cross University (Australia) berhasil mengungkap seni cadas berupa cap tangan manusia berusia 67.800 tahun di situs Leang Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara.
Publikasi temuan ini di jurnal Nature dengan judul “Rock art from at least 67,800 years ago in Sulawesi”.
BRIN menegaskan perannya dalam mendukung riset arkeologi melalui publikasi temuan terbaru pertanggalan seni cadas tertua di Sulawesi Tenggara tersebut.
Hasil studi ini diumumkan dalam konferensi pers “Temuan Terbaru Pertanggalan Gambar Cadas Tertua di Sulawesi Bagian Tenggara” di Gedung BJ Habibie, Jakarta, Kamis (22/1).
Kepala Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra (OR Arbastra) BRIN, Herry Yogaswara, mengatakan capaian ini menunjukkan peran strategis BRIN dalam memperkuat riset ilmu sosial humaniora, khususnya arkeologi, sebagai bagian dari pengelolaan warisan budaya berbasis sains.
“Publikasi di jurnal Nature menunjukkan bahwa riset ini telah melalui proses ilmiah yang kuat,” ujar Herry seperti dikutip dari Brin.go.id.
Herry menekankan bahwa publikasi di Nature bukanlah titik akhir, melainkan awal dari tanggung jawab bersama untuk menjaga dan mengelola warisan budaya yang tak tergantikan tersebut.




