Siklon ini diperkirakan akan terus bergerak ke barat daya dan tetap berada di lepas pantai dari daratan Australia. Sistem ini diperkirakan tidak akan berdampak pada daratan Australia.
Deputi Bidang Meteorologi – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikasi (BMKG) juga telah mengeluarkan peringatan dini cuaca, Minggu (20/3) siang.
Bibit Siklon Tropis 93S terpantau di Samudra Hindia sebelah selatan Jawa menjauhi wilayah Indonesia, seiring dengan arah geraknya ke barat daya.
Namun sistem ini membentuk daerah pertemuan/ perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang dari perairan sebelah selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur, dan dari Nusa Tenggara Timur (NTT) bagian barat hingga perairan sebelah selatan Nusa Tenggara Barat (NTB), serta low level jet hingga mencapai >25 knot di Samudra Hindia sebelah selatan Jawa.
Bibit siklon 93S ini mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan, kecepatan angin, dan ketinggian gelombang laut di sekitar wilayah bibit siklon tropis dan di sepanjang daerah konvergensi/ low level jet tersebut.
Sirkulasi Siklonik terpantau di Laut Arafuru dan di perairan sebelah utara Papua yang membentuk daerah konvergensi memanjang di NTT bagian timur, di perairan sebelah utara Maluku Utara dan di Papua.
Daerah konvergensi lainnya juga terpantau memanjang dari perairan sebelah barat Sumatera Utara hingga Riau dan Bengkulu.





Komentar tentang post