Senin, September 7, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Konservasi

40 Persen Populasi Burung Air yang Dilindungi Mengalami Penurunan

redaksi
29 September 2022
Kategori : Konservasi
0
40 Persen Populasi Burung Air yang Dilindungi Mengalami Penurunan

Burung laut. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Sebanyak 40 persen populasi burung air yang dilindungi berdasarkan Perjanjian Burung Air Migrasi Afrika-Eurasia mengalami penurunan. Karena itu, diperlukan tindakan konservasi yang berkelanjutan dan terkoordinasi.

“Diskusi tahun ini akan fokus pada perlunya memperkuat konservasi jalur terbang di dunia yang terus berubah,” kata Direktur Eksekutif Program Lingkungan PBB (UNEP) Inger Anderson, dalam Pertemuan ke-8 Para Pihak Perjanjian Burung Air Migrasi Afrika-Eurasia (AEWA) secara virtual (27/9).

Dalam pertemuan ini menyoroti laporan Status Konservasi Burung Air Migrasi di Wilayah Perjanjian.

Ketika diimplementasikan, rencana aksi AEWA yang terkoordinasi secara internasional dapat menjadi alat yang berhasil untuk meningkatkan status konservasi populasi burung air yang terancam punah.

“Jadi, saya meminta semua pemangku kepentingan untuk menginvestasikan waktu dan sumber daya dalam rencana aksi ini,” katanya.

Menurut Inger AEWA memiliki rekam jejak yang kuat dalam upaya melestarikan lahan basah dan habitat. Sekarang saatnya untuk memperkuat konservasi jalur terbang dari lingkaran Arktik ke Afrika Selatan.

Didirikan pada tahun 1995, Perjanjian ini menjangkau lebih dari 119 negara. Perjanjian bertujuan untuk melindungi 560 populasi spesies burung air dan burung laut.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Burung AirInger AndersenUNEP
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Kota Gorontalo Diharapkan Menjadi Pusat Pengembangan Sekolah Literasi Berita

Next Post

Dewan Pers Minta Aparat Usut Peretasan Akun Digital Awak Redaksi Narasi

Postingan Terkait

Aplikasi Semi-Digital untuk Monitoring Penyu

Aplikasi Semi-Digital untuk Monitoring Penyu

5 Agustus 2026
Kawasan Konservasi Perairan Maluku Capai 4,3 Juta Hektare

Kawasan Konservasi Perairan Maluku Capai 4,3 Juta Hektare

30 Juli 2026

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Pendekatan Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera

Kosmologi Penangkapan Paus di Lamalera NTT Selaras dengan Konservasi Integratif

Next Post
AJI Jakarta Kecam Doxing Terhadap Jurnalis Liputan6com

Dewan Pers Minta Aparat Usut Peretasan Akun Digital Awak Redaksi Narasi

Komentar tentang post

TERBARU

Penutupan 8 Bandara Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau, Menhub: Pastikan Pemeriksaan Pesawat Sebelum Beroperasi

Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

Sebaran Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Lebih Dari 6.000 Meter, Tidak Ada Anomali Muka Air Laut

UNG Jalin Kerjasama Dengan PT Hasjrat Abadi

Penutupan 8 Bandara Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau Diperpanjang, 1.558 Penerbangan Tertunda

150 Ribu Penumpang dan 467 Penerbangan Terdampak Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau, 8 Bandara Ditutup

AmsiNews

REKOMENDASI

LPPM UNG Verfikasi Lebih Dari 900 Author dan Pemutakhiran Data SINTA

Trans Sulawesi di Talumolo Tak Bisa Dilewati Kendaraan

Elemen Pendidikan Bersiap Menghadapi Teknologi Kecerdasan Buatan

Laut Banda, dari Rumphius hingga Migrasi Paus Biru

Penyelam (Wisatawan) yang Meninggal dan Hilang di Perairan Indonesia 2012-2018

Simak Tata Tertib UTBK 2024, Setiap Pelanggaran  Akan Mengakibatkan Ujian Peserta Batal

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.