Dalam webinar tersebut, Prof. Sri Widiyantoro dari ITB dan Prof. Danny Hilman Natawidjaja dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sepakat mendukung hasil identifikasi BMKG tersebut.
Berdasarkan sebaran titik-titik gempa susulan, pola morfologi serta sebaran kluster titik-titik longsoran pada lereng yang terpotong patahan, serta sebaran kluster tingkat kerusakan bangunan dipaparkan oleh Kepala Pusat Seismologi Teknik dan Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG. Sesar tersebut merupakan patahan baru.
Temuan sesar baru ini perlu dilanjutkan dengan kajian yang lebih mendalam. Terutama terkait dengan keberadaan dan sebaran “surface rupture” atau robekan permukaan tanah dan batuan sebagai indikasi adanya zona yg terpotong oleh patahan.





Komentar tentang post