Pengukuran emisi dilakukan tim periset BRIN menggunakan alat portabel multi gas detektor RIKEN dengan tipe RX 8500 dan RX 8700.
“Hasil kajian LCA dari cradle to gate Petasol tidak mengganggu lingkungan karena pembakarannya sempurna,” ujarnya, selain itu “tidak menimbulkan asap pembakaran terbuka, meminimalisasi cemaran saat pilah pilih sampah, hingga bau yang ditimbulkan dalam proses pembakaran.”
Merk Petasol sudah memiliki sertifikat Hak Cipta dan nama Faspol juga sudah memiliki tanda daftar Paten dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Uji mutu Petasol telah dilakukan pula di Laboratorium BRIN, Lemigas, dan Universitas Diponegoro.
Martini mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari hilirisasi inovasi dan teknologi berbasis pada penguatan komunitas Bank Sampah di pedesaan.
“Sekali mendayung mendapat lingkungan bersih, bonusnya bahan bakar alternatif, yaitu Petasol,” kata Martini.
Menurut Martini, penerapan model inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi petani dan nelayan untuk mendapatkan bahan bakar mesin diesel, seperti yang ada di kawasan pesisir kota Semarang.




