Darilaut – Topan Super (Super Typhoon) Ragasa mendarat di Yangjiang Provinsi Guangdong, pada Rabu (24/9) sore. Setelah mendarat, Ragasa mengarah ke Vietnam dan diperkirakan akan terus melemah.
Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) mengatakan Ragasa telah bergerak ke arah barat dengan kecepatan 26 km per jam (14 knot) selama 6 jam terakhir.
Citra inframerah dan citra radar menunjukkan sistem ini telah mencapai daratan di dekat Yangjiang, Tiongkok. Efek gesekan dari interaksi daratan mengakibatkan kerusakan pusaran yang signifikan dan cepat, kata JTWC.
Melansir Xinhua, lebih dari 2,16 juta penduduk lokal telah direlokasi di Provinsi Guangdong, hingga pukul 16.00 pada hari Rabu, sebagai tanggapan atas Topan Ragasa, yang mendarat di provinsi tersebut sekitar pukul 17.00.
Topan Ragasa, menghantam daratan di Pulau Hailing di kota Yangjiang, Guangdong, menurut observatorium meteorologi provinsi.
Di Kota Yangjiang, lokasi pendaratan Topan Ragasa, seluruh 1.038 tempat penampungan di seluruh kota telah dibuka sepenuhnya untuk umum.
Area pemadaman listrik utama terkonsentrasi di kota-kota pesisir Guangdong seperti Jiangmen dan Yangjiang. Sekitar 60 persen pengguna yang terdampak pemadaman listrik akibat topan telah pulih listriknya.
Pasokan listrik ke Daerah Administratif Khusus Makau dari daratan Tiongkok tetap aman dan stabil. Lebih dari 38.000 personel, 8.900 kendaraan, 239 kendaraan pembangkit listrik darurat, dan 142 generator telah dikerahkan, kata perusahaan tersebut.




