Pada fase berikutnya, MGR akan membangun fasilitas carbon-in-leach (CIL) berkapasitas awal 7,5 juta ton per tahun dan akan diekspansi menjadi 12 juta ton pada 2030. Gabungan kapasitas heap leach dan CIL akan mencapai 19 juta ton per tahun, dengan potensi produksi puncak hingga 500.000 ounces emas per tahun. Produksi emas pertama diperkirakan pada kuartal pertama 2026.
Mengutip Merdekagoldresources.com, tambang emas ini didukung pasokan listrik 30 juta volt-ampere (VA) dari PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN. Daya sebesar itu akan menopang kebutuhan listrik seluruh kegiatan operasional tambang, dari area kamp karyawan hingga fasilitas pengolahan bijih. Besarnya daya ini hampir dua kali lipat kapasitas listrik yang tersedia bagi seluruh Kabupaten Pohuwato, menegaskan skala dan pentingnya tambang ini bagi industri maupun daerah sekitarnya.

Peresmian pasokan listrik dan pemeliharaan gardu induk dilakukan pada 1 Oktober 2025 di Gardu Induk Marisa, Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato. Dari gardu ini, listrik mengalir menuju Gardu PT Gorontalo Sejahtera Mining (GSM)—salah satu perusahaan pengelola Tambang Emas Pani di bawah PT Merdeka Gold Resources Tbk (MGR).
Dari gardu PT GSM, daya didistribusikan ke berbagai titik operasional: mulai dari Kamp Pioneer hingga beragam fasilitas pengolahan seperti Ore Preparation Plant (OPP) dan Adsorption–Desorption–Recovery (ADR). Seiring rampungnya pembangunan setiap fasilitas, aliran listrik segera terhubung.




