Mengutip Merdekagoldresources.com, dalam penawaran umum perdana saham (IPO), MGR melepas 1,62 miliar saham baru—setara 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh—dengan harga penawaran Rp2.880 per saham, sehingga berhasil menghimpun Rp4,66 triliun.
Dana hasil IPO, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk modal kerja anak perusahaan MGR yang bergerak di bidang penambangan dan pengolahan emas, serta untuk pembayaran sebagian pinjaman.
Menurut Merdekagoldresources.com, MGR mengelola Proyek Emas Pani, yang memiliki potensi sumber daya mencapai 7 juta ounces emas, menjadikannya salah satu tambang emas primer terbesar di Indonesia. Proyek ini dirancang sebagai tambang berbiaya rendah dengan umur panjang dan produksi puncak hingga 500.000 ounces per tahun, dengan produksi emas pertama dijadwalkan pada kuartal pertama 2026.

Proyek Emas Pani dikelola melalui sejumlah anak usaha MGR yang menangani operasi tambang, pengolahan, dan infrastruktur pendukung. Proyek ini dirancang sebagai tambang terbuka dan dikembangkan secara bertahap.
Fase awal pengembangan Proyek Emas Pani menggunakan metode pengolahan heap leach dengan kapasitas 7 juta ton bijih per tahun, dengan target produksi sekitar 140.000 ounces emas per tahun.




