Embusan angin yang merusak hingga 150 km per jam mungkin terjadi di sekitar Semenanjung Dampier bagian utara, dari Beagle Bay hingga Cape Leveque, sore atau malam ini, dan dapat meluas hingga Pulau Cockatoo semalaman atau Rabu pagi (31/12).
Hujan lebat yang dapat menyebabkan banjir bandang mungkin terjadi di dekat jalur badai, kata BOM.
Menurut Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) siklon tropis Hayley memberikan dampak tidak langsung dalam 24 jam ke depan hingga 31 Desember 2025 pukul 07.00 WIB terhadap perairan wilayah di Indonesia.
Dampak tersebut berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Nusa Tenggara Timur, serta angin kencang di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Tinggi Gelombang kategori sedang (1,25 – 2,5 m) di perairan selatan DI Yogyakarta hingga Jawa Timur, perairan selatan Pulau Bali hingga Pulau Timor, Samudera Hindia selatan DI Yogyakarta hingga NTT, selatan Bali – Lombok – Alas bagian selatan dan Laut Sawu.
Pusat Peringatan Topan Gabungan (Joint Typhoon Warning Center/JTWC) mengatakan Ini adalah sistem yang berbahaya.
Risiko yang mungkin terjadi meliputi angin kencang yang merusak, curah hujan lebat, gelombang badai, laut yang bergelombang, tanah longsor, dan banjir bandang, kata JTWC.




