Darilaut – Sisa Topan (Typhoon) Doksuri yang melanda Provinsi Hebei di Cina Utara menyebabkan lebih dari 1,2 juta orang dipindahkan ke tempat yang aman menghindari banjir dahsyat, pada Kamis (3/8).
Provinsi Hebei, merelokasi lebih dari 1,2 juta orang pada Kamis pukul 10 pagi karena hujan deras selama beberapa hari terakhir, kata otoritas setempat.
Kantor berita Xinhua melaporkan di antara yang direlokasi, terdapat sebanyak 857.200 orang berasal dari daerah penyimpanan dan penahanan banjir di provinsi tersebut.
Di tengah dampak Topan Doksuri, hujan deras melanda sebagian besar Hebei sejak 27 Juli, dengan curah hujan rata-rata di provinsi tersebut melebihi 146 milimeter.
Sejauh ini, Hebei telah mengirimkan lebih dari 4.700 tim penyelamat yang terdiri dari lebih dari 100.000 orang untuk membantu upaya penyelamatan dan pertolongan.
Menurut departemen manajemen darurat Hebei, antara 29 Juli dan 1 Agustus, 94 kabupaten dan distrik, serta 826 kotapraja di provinsi itu, mengalami banjir akibat hujan deras.
Pemerintah Cina telah mengalokasikan subsidi sebesar 30 juta yuan (sekitar 4,2 juta dolar AS) untuk memperbaiki jalan darurat di Beijing dan Provinsi Hebei menyusul hujan badai yang dipicu topan.
Dana khusus dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan dan Kementerian Perhubungan (MOT) baru-baru ini, menurut Kementerian Perhubungan.
Dampak Topan Doksuri, topan kelima tahun ini, wilayah Beijing-Tianjin-Hebei mengalami hujan deras terus menerus.
Cina baru-baru ini mengaktifkan tanggap darurat Level-II terhadap banjir dan mengeluarkan peringatan merah, peringatan tingkat tertinggi, untuk hujan badai.
Beijing telah mencatat curah hujan terberatnya selama beberapa hari terakhir sejak pencatatan dimulai 140 tahun lalu.
Kota itu mencatat curah hujan 744,8 milimeter, jumlah curah hujan maksimum yang tercatat selama badai hujan, antara pukul 20.00 Sabtu dan 07.00 Rabu di waduk Wangjiayuan di Distrik Changping, kata Dinas Meteorologi Beijing, Rabu.
Di Beijing, hujan lebat yang dibawa oleh Topan Doksuri menyebabkan 11 korban jiwa pada Selasa (1/8) pagi.
Kota itu mencabut peringatan merah untuk banjir pada Rabu pagi karena aliran air di sungai-sungai besar sudah di bawah tanda peringatan.
Pihak berwenang Cina telah meluncurkan upaya penyelamatan dan bantuan besar-besaran sebagai tanggapan atas hujan deras yang disebabkan Topan Doksuri.
Hujan terus-menerus sejak Sabtu malam telah memengaruhi lebih dari 44.600 orang di 13 distrik kota metropolitan dan mendorong relokasi sekitar 127.000 orang, menurut otoritas pengendalian banjir kota.
Sumber: Xinhua (english.news.cn)
