Darilaut – Tim BIOTIT Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menyisihkan ribuan mahasiswa dalam ajang bergengsi Innovilleague 2025 yang digagas Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM).
Kompetisi Innovilleague 2025 diikuti ribuan mahasiswa yang tergabung dalam ratusan tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. UNG melalui Tim BIOTIT (Bongongoayu Inovasi & Optimalisasi Terpadu) berhasil menorehkan prestasi bergengsi dengan meraih juara favorit.
Penghargaan juara favorit tersebut diserahkan oleh Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) yang juga Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Prof. Dr. H. Nurhasan, pada Kamis (14/8) di sela-sela Rapat Koordinasi Nasional Forum Perguruan Tinggi dalam Pemberdayaan Masyarakat.
Dalam kompetisi ini, Tim BIOTIT mengusung program pengabdian bertajuk “Geo-Agro Wellness Bongongoayu: Pengembangan Geowisata Edukatif dan Agribisnis untuk Ketahanan Ekonomi Masyarakat Berbasis Komunitas Berkelanjutan.”
Gagasan tersebut lahir dari hasil penelitian mendalam mengenai kondisi Desa Bongongoayu, Kabupaten Gorontalo. Desa ini masih menghadapi tantangan kemiskinan, dengan sekitar 10 persen warganya hidup di bawah garis sejahtera dan rata-rata pendapatan keluarga hanya sekitar Rp700.000 per bulan.




