Platform AI sedang melakukan eksploitasi, ”karena mereka tidak memproduksi berita… Eksploitasi sudah terjadi,” kata Damar, anggota Komite Pelaksana Perpres No 32 Tahun 2024 tentang Tanggungjawab Platform Untuk Jurnalisme Berkualitas yang dinamakan Komite Tanggungjawab Platform Digital Untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas (KTP2JB).
Banyaknya produksi konten AI di media sosial berimpilkasi pada banyak anak muda khususnya Gen Z di dunia. Anak muda khususnya Gen Z melakukan tindakan zerro post, kata Damar, mereka punya akun tapi tidak posting.
Mengutip hasil riset, Damar menjelaskan bahwa anak muda gen Z dilanda kegamangan yang luar biasa. Hal ini karena informasi betapa kering dan dangkal, terutama karena banyak konten AI, bukan lagi manusia.
Video dan gambar pakai suara AI, ini mereka tidak suka. Damar mengatakan mereka memilih meninggalkan dunia media sosial yang menggunakan AI karena hanya tempat gelap dan kering.
Menurut Damar, di dunia yang ada sekarang ini tidak ada media yang anti AI. Justru AI berperan dan diterima sebagai alat produksi.
Tahun lalu, penghargaan Pulitzer diberikan kepada dua media yang menggunakan AI. Pemenang Pulitzer menggunakan AI untuk untuk memilah data kriminal.
Dari sekian banyak kasus, seperti pembunuhan, pencurian, dan lainnya, ”bayangkan apabila ini dikerjakan dengan tangan berapa tahun (selesai), dengan AI jauh lebih cepat,” ujar Damar.




