Pendekatan pembelajaran yang memadukan teori dan praktik tersebut, membuat kegiatan berlangsung interaktif.
Peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga dapat melihat secara langsung bagaimana konsep-konsep kimia diterapkan untuk menghasilkan produk yang bermanfaat.
Mengusung semangat sinergitas, edukasi, dan kepedulian terhadap lingkungan, pelatihan ini tidak sekadar menjadi ruang untuk menambah pengetahuan, akan tetapi memberikan pengalaman praktis kepada anggota Bhayangkari dalam memahami proses pembuatan sabun. Sekaligus memanfaatkan bahan berbasis eco enzyme menjadi produk yang memiliki nilai guna dan berpotensi bernilai ekonomi.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan FMIPA UNG, Dr. Lilan Dama.
Lilan mengatakan perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam bidang pendidikan dan penelitian, tetapi juga perlu hadir memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Kegiatan seperti ini menjadi bentuk nyata sinergitas antara perguruan tinggi dan Bhayangkari. Ilmu pengetahuan yang ada di kampus dapat ditransformasikan menjadi keterampilan praktis yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, kata Lilan.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih luas, khususnya dalam pengembangan keterampilan, inovasi produk, serta edukasi mengenai pemanfaatan bahan-bahan yang ramah lingkungan.




