“Dan bukan hanya panas ekstrem,” katanya. “Kita juga menyaksikan curah hujan ekstrem dan siklon tropis. Jadi, kita sama sekali tidak sedang dalam suasana liburan.”
Risiko Panas, Kekeringan dan Kebakaran
Eropa Barat mengalami periode Juni–Juli terpanas dalam sejarah, dan beberapa negara—termasuk Swiss dan Prancis—kini menghadapi gelombang panas keempat pada musim panas ini.
“Kekeringan hebat benar-benar berdampak parah,” kata Nullis, dengan dampak yang merusak terhadap sektor pertanian, hasil panen, transportasi, energi, dan ketinggian air sungai. Selain itu, kondisi ini berpadu dengan suhu tinggi sehingga meningkatkan risiko kebakaran hutan.
Hawa panas tidak hanya terjadi di Eropa; Jepang dan Republik Korea mencatat suhu ekstrem yang memecahkan rekor pekan lalu, begitu pula wilayah lain di Asia, Timur Tengah, dan Amerika Latin.
John Kennedy, kepala informasi iklim WMO, mengatakan bahwa curah hujan yang rendah dan suhu panas telah berkontribusi pada “kekeringan, rendahnya permukaan air sungai, dan peningkatan risiko kebakaran hutan”, termasuk debit air yang rendah di sungai-sungai utama Eropa seperti Seine, Rhine, dan Danube.
Kebakaran Hutan Ekstrem
Kebakaran hutan semakin meningkat. Nullis mengatakan bahwa “bulan lalu mencatat aktivitas kebakaran hutan yang luar biasa di seluruh Eropa Barat,” baik dari segi luas lahan yang terbakar maupun emisi yang dihasilkan.



