Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indoensia (LIPI), Tri Nuke Pudjiastuti mengatakan, ini semua akan berdampak secara masif terhadap permasalahan ekonomi Indonesia, selain itu juga pada persoalan yang terkait dengan kemiskinan.
Beradaptasi dengan Covid-19, kata Nuke, bukan berarti mengabaikan salah satunya, baik protokol kesehatan atau ekonomi. “Keduanya penting agar menjadikan kekuatan Indonesia agar tetap terjaga,” katanya.
Survei dilakukan selama periode 24 April sampai 2 Mei 2020 terhadap penduduk usia 15 tahun keatas, dengan jumlah responden yang terjaring sebanyak 2.160 responden yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.
“Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi riset yang dipresentasikan secara terbuka sebagai, pertanggung jawaban terhadap publik, karena publik yang menjadi bagian penting dalam mengisi kuisioner ini,” kata Kepala Pusat Penelitian Kependudukan LIPI, Herry Jogaswara.
Berdasarkan hasil survei, tim merekomendasikan berbagai kebijakan dari pemerintah seperti Bantuan Sosial dan Kartu Pra Kerja harus dipastikan agar sampai kepada pengangguran dan orang yang mengalami penurunan pendapatan.
Keselamatan jiwa tetap harus diutamakan hingga pandemi ini dapat berakhir meski roda ekonomi di beberapa sektor dapat dihidupkan kembali. Dalam jangka penjang WFH masih bisa terus diberlakukan terutama sebelum pandemi Covid-19 berakhir.





Komentar tentang post