Minggu, Juni 7, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Tambak Udang dengan Produktivitas Rendah Perlu Didesain Ulang

redaksi
22 Agustus 2021
Kategori : Berita, Konservasi
0
Tambak

Konversi lahan mangrove menjadi areal tambak. FOTO: DARILAUT.ID

Pada 2019, sebanyak 11.000 hektare atau 13 persen lahan mangrove diubah menjadi areal tambak udang. Jika area tambak terus meluas, dapat menyebabkan dampak negatif yang lebih besar, tidak hanya bagi ekosistem tetapi juga bagi masyarakat pesisir.

Sebagian besar tambak udang di delta tersebut berukuran besar, mulai dari 5 hektare hingga 25 hektare. Luasnya tambak ini berbanding terbalik dengan produktivitasnya yang hanya 27 kg per hektare per siklus.

Produktivitas yang rendah ini menjadi salah satu alasan untuk membuka tambak udang baru demi mendapatkan lebih banyak manfaat ekonomi.

Selain di Berau, hal serupa telah diterapkan di Kelurahan Mangunharjo, Semarang, Jawa Tengah. YKAN bekerja sama dengan Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara melalui program Mangrove Ecosystem Restoration Alliance (MERA) memperkenalkan teknologi tambak udang semi intensif dan skala rumah tangga secara berkelanjutan.

Metode ini cocok dikembangkan karena bersifat ramah lingkungan. Hal ini seiring dengan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian mangrove dan lingkungan pesisir.

Ilman mengatakan program demplot tambak udang vaname semi intensif ini sangat membantu masyarakat, karena metodenya cukup mudah untuk dipelajari, dan hasilnya maksimal.

Halaman 3 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: MangrovePerikanan budidayaRestorasi EkosistemTambak UdangUdangYayasan Konservasi Alam Nusantara
Bagikan4Tweet3KirimKirim
Previous Post

Ratusan Nelayan Penangkap Ikan Tuna di Gorontalo Belum Melaut

Next Post

Kapal Kontainer Raksasa Ever Given Kembali Berlayar di Terusan Suez

Postingan Terkait

Guterres: Terumbu Karang Sekarat, Stok Ikan Runtuh dan Permukaan Laut Naik

4.000 Spesies Laut Terpengaruh Plastik

7 Juni 2026
KSOP Muara Angke: Perhatikan Agar Sampah Tidak Berserakan

World Oceans Day, Emisi Sampah Plastik Capai 52,1 Juta Metrik Ton per Tahun

7 Juni 2026

Mahasiswa FMIPA UNG Bersih Sampah dan Transplantasi Terumbu Karang di Bone Bolango

66 Lulusan Profesi Ners UNG Siap Mengabdi untuk Kesehatan Masyarakat

Depresi Tropis Terletak di Laut Cina Timur

Jawa Timur Bagikan Praktik Baik Pengembangan Ekosistem Halal

Penguatan Ekosistem Halal Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah Indonesia

Sisi Gelap Pusat Data Artificial Intelligence: Boros Air dan Listrik

Next Post
Kapal Kontainer Raksasa Ever Given Kembali Berlayar di Terusan Suez

Kapal Kontainer Raksasa Ever Given Kembali Berlayar di Terusan Suez

Komentar tentang post

TERBARU

4.000 Spesies Laut Terpengaruh Plastik

World Oceans Day, Emisi Sampah Plastik Capai 52,1 Juta Metrik Ton per Tahun

Mahasiswa FMIPA UNG Bersih Sampah dan Transplantasi Terumbu Karang di Bone Bolango

66 Lulusan Profesi Ners UNG Siap Mengabdi untuk Kesehatan Masyarakat

Depresi Tropis Terletak di Laut Cina Timur

Jawa Timur Bagikan Praktik Baik Pengembangan Ekosistem Halal

AmsiNews

REKOMENDASI

Burung Elang Terjebak di Jaring Ikan

Fakultas Sastra UNG Komitmen Untuk Peningkatan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

80 Lumba-Lumba Ditemukan Mati di Laut Hitam, Turki

Bibit Siklon Tropis 91S Berdampak Angin Kencang dan Gelombang Laut di Nias Hingga Selatan Jawa

4 Ahli Geologi Inggris Bahas Erupsi Krakatau dan Anak Krakatau di ITB

Korban Meninggal Dunia Longsor Tambang Emas Suwawa 23 Orang

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.