Minggu, September 6, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Tanaman Sorgum Sebagai Sumber Gula Alternatif

redaksi
10 April 2026
Kategori : Berita
0
Pesantren Hubulo Gorontalo Mulai Mengolah Sorghum Menjadi Gula dan Tepung

Tanaman sorgum. FOTO: DARILAUT.ID

Tahap pertama menggunakan mesin roller press untuk mengekstraksi nira dari batang sorgum. Dari sekitar 100 kilogram batang, rata-rata dihasilkan hingga 20 liter nira, tergantung kondisi tanaman dan lingkungan.

Selanjutnya, nira diolah melalui dua pendekatan berbeda, yaitu menggunakan mesin vacuum evaporator dan open pan cooker.

Vacuum evaporator bekerja dalam sistem tertutup dengan suhu lebih rendah, sekitar 60–70 derajat celsius, sehingga menghasilkan gula cair sorgum atau sirup.

Sementara itu, open pan cooker digunakan untuk menghasilkan gula semut. Proses ini berlangsung pada suhu lebih tinggi, sekitar 90-100 derajat celsius, dengan waktu pemasakan lebih lama agar kadar air berkurang mencapai 5–6 persen dan terbentuk kristal gula.

“Untuk menghasilkan gula semut dari 15 liter nira, dibutuhkan waktu sekitar 3–5 jam, tergantung kandungan gula awalnya,” kata Sandi.

Setelah proses pemasakan, gula yang masih menggumpal dikeringkan kembali menggunakan oven dehydrator untuk menurunkan kadar air. Tahap akhir dilakukan dengan mesin penghancur (crusher) untuk menghasilkan butiran gula semut yang siap dikemas.

Efisien dan Higienis

Salah satu keunggulan utama teknologi ini adalah efisiensi energi. Jika produksi gula tradisional umumnya menggunakan kayu bakar, teknologi BRIN memanfaatkan gas sebagai sumber panas yang dinilai lebih hemat dan mudah dikontrol.

Halaman 2 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: BRINGula AlternatifSorgum
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Mahasiswa Prodi Psikologi UNG Finalis Kompetisi Internasional di Kuala Lumpur

Next Post

Waspada Hujan Lebat di Masa Peralihan Musim

Postingan Terkait

Dentuman Gunung Anak Krakatau

Dentuman Gunung Anak Krakatau

6 September 2026
Peneliti UNG Riset Kulit Jeruk Nipis Berpotensi Jadi Terapi Alami

Peneliti UNG Riset Kulit Jeruk Nipis Berpotensi Jadi Terapi Alami

6 September 2026

Aroma Terapi Dari Minyak Atsiri Kulit Jeruk Nipis Dapat Redakan Kecemasan Ibu Hamil

Hurikan Lowell Mendekati Kepulauan Hawaii Sebagai Badai Kategori 4

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

Afrika Lebih Besar, PBB: Distorsi Pengecilan Melanggengkan Pandangan Dunia yang Tidak Seimbang

Peta Afrika Tampak Kecil, Tidak Sesuai Ukuran Asli

Gunung Ibu di Halmahera Barat Meletus

Next Post
Hujan Masih Mendominasi Kondisi Cuaca Indonesia Hari Ini Hingga 19 Februari

Waspada Hujan Lebat di Masa Peralihan Musim

TERBARU

Dentuman Gunung Anak Krakatau

Peneliti UNG Riset Kulit Jeruk Nipis Berpotensi Jadi Terapi Alami

Aroma Terapi Dari Minyak Atsiri Kulit Jeruk Nipis Dapat Redakan Kecemasan Ibu Hamil

Hurikan Lowell Mendekati Kepulauan Hawaii Sebagai Badai Kategori 4

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

Afrika Lebih Besar, PBB: Distorsi Pengecilan Melanggengkan Pandangan Dunia yang Tidak Seimbang

AmsiNews

REKOMENDASI

Prabowo Bukanlah Gerindra di Gorontalo: Catatan Kritis HUT Gerindra ke-17

Pemerintah Rancang Solusi Jangka Panjang Hadapi Bencana Alam

Hari Terumbu Karang, KKP: Kurangi Sampah Plastik

Kisah Relawan Perempuan Jadi Supir Ambulans Tangani Pasien Covid-19

Korban Longsor Tambang Suwawa Gorontalo 325 Orang

Dalam Seminggu, 105 Izin Penangkapan Ikan Diterbitkan KKP

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.