Diskusi kelompok terfokus yang dipandu pendiri KabarMakassar.com, Upi Asmaradhana, juga menghadirkan peneliti media UMN (Universitas Multimedia Nasional) Jakarta, Ignatius Hariyanto dan sekretaris jenderal AMSI, Wahyu Dhyatmika.
Menurut Ignatius , penting adanya rumusan indikator keterpercayaan terhadap media.
Ignatius menilai 11 indokator itu layak diadopsi dan memuji langkah yang sudah dijalankan AMSI.
Sebanyak 29 pemimpin media anggota AMSI dari berbagai wilayah di Indonesia menandatangani komitmen bersama mengadopsi trustworthy news indicators. Mereka adalah pemimpin media dari KLY grup, Liputan6.com, Merdeka.com, tempo.co, katadata.co.id, republika.co.id, viva.co.id, inews.id, hukumonline.com, Jurnas.com, KGI Network, Solopos.com, tribunjogja,com, beritajatim.com, timesindonesia.co.id, wartabromo.com, krjogja.com, batamnews.co.id, kabarmedan.com, wongkito.co, harapanrakyat.com, jabarnews.com, sukabumiupdate.com, suarakalbar.co.id, Jubi.id, floresa.co, kabarpulau.co.id, darilaut.id, suarakalbar.co.id, pontianakpost, dan beritabali.com.
Berikut ini 11 trustworthy news indicators yang disusun AMSI:
- Menjunjung tinggi dan patuh menjalankan kode etik jurnalistik dan pedoman pemberitaan media siber sebagai pedoman utama kerja keredaksian.
- Mengutamakan kerja jurnalistik untuk kepentingan umum.
- Melakukan kerja jurnalistik secara objektif, jujur, dan tidak mempraktikkan plagiarisme.
- Memenuhi standar perusahaan pers serta memenuhi proses verifikasi perusahaan pers yang ditetapkan UU dan Peraturan Dewan Pers.
- Mengumumkan secara terbuka kepada pembaca tentang penanggung jawab, alamat, susunan organisasi redaksi dan manajemen, serta mencantumkan kepemilikan (ownership) perusahaan.
- Menghargai keberagaman, kelompok minoritas, dan menjunjung tinggi hak asasi manusia yang dijamin UUD 1945.
- Tidak mempromosikan dan atau mengiklankan produk terlarang seperti narkoba, obat-obatan terlarang, senjata ilegal, atau barang selundupan.
- Tidak memberitakan secara demonstratif dan/atau mendukung aksi terorisme dan rasisme.
- Membuat editorial yang melindungi anak-anak dan perempuan yang menjadi korban kekerasan, perundungan, pornoaksi, tindak pidana kekerasan seksual, serta tindakan diskriminasi gender.
- Memberi label yang mudah diketahui pembaca yang membedakan secara jelas antara berita, opini, dan advertorial atau konten bersponsor/berbayar.
- Menghargai dan melindungi data pribadi dan hak privacy pembaca atau pengunjung situs.





Komentar tentang post