Pramesa mengatakan selain menggunakan penamaan jenis dari karakter ataupun nama lokasi dapat juga menggunakan nama-nama unik seperti nama dari tokoh fiksi, tarian daerah ataupun nama tokoh.
“Kumbang Trigonopterus merupakan kumbang moncong yang tidak dapat terbang dan tinggal di lokasi-lokasi terisolir di hutan pegunungan dan telah berevolusi secara cepat selama jutaan tahun, sehingga tingkat endemisitas dan biodiversitasnya sangatlah tinggi,” kata Pramesa.
Sebelumnya, juga telah tercatat kumbang spesies baru di Maluku Utara, Epholcis cakalele yang ditemukan Pramesa bersama Michael Balke dari Zoologische Staatssammlung München, Jerman.
Selain cakalele, sejumlah peneliti juga mencatat tiga kumbang baru lainnya spesies Epholcis acutus, Epholcis arcuatus dan Epholcis obiensis.
Kumbang ini dari genus Epholcis. Ditemukan di Halmahera, Obi dan Kepulauan Ternate.





Komentar tentang post