Melalui proses pengolahan ini mampu menghasilkan produk ikan asap yang berkualitas. Kegiatan ini juga dibarengi dengan cara mengemas dan pemasaran produk yang berbasis digital.
Peserta yang hadir, 10 ketua kelompok perwakilan UMKM pengolah ikan asap dan ikan pindang.
Di Kendal terdapat 84 pengolah ikan asap. Desa yang memiliki jumlah pengolah ikan asap terbanyak berada di Tanjungsari kecamatan Rowosari.
Ikan asap yang paling banyak diolah jenis pari, manyung dan tongkol. Di tempat lain ada yang mengolah ikan layang, salem, cucut, serta kembung.
Kelebihan pengelohan dengan teknologi asap cair, antara lain, ikan dapat matang secara merata dengan lebih cepat, tidak gosong dan terhindar dari efek karsinogen yang dapat menyebabkan pertumbuhan sel kanker.

Penerapan teknologi asap cair dapat lebih menjamin keamanan bagi kesehatan konsumen. Selain itu, cara ini sebagai pemberi rasa dan aroma asap (smoke flavours).
Asap cair merupakan campuran larutan dan dispersi koloid dari uap asap kayu dalam air yang diperoleh dari proses pemanasan limbah kayu yang jika dikondensasi menghasilkan asap cair dan memiliki sifat spesifik asap.
Saat memperingati Dies Natalis Perikanan Undip ke 50, pada 13 Oktober 2018, teknologi ini diperagakan dengan menyediakan 333 ekor ikan cakalang. Pengasapan ikan cakalang pertama dengan asap cair sepanjang 50 meter tersebut memecahkan rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia).





Komentar tentang post