Nelayan tuna sekarang hanya berharap pada hasil tangkapan ikan berukuran kecil untuk pengembalian modal operasional.
Belum ada kapal perikanan tuna yang masuk dengan muatan di atas 10 ekor untuk ukuran 30 kg ke atas. Yang ada hanya 2 atau 3 ekor dan paling banyak 7 ekor.
Padahal kapal perikanan tuna ini beroperasi lebih dari 10 hari sudah melewati perairan Teluk Tomini atau di Laut Maluku.
Menurut nelayan penangkap ikan tuna asal Biluhu Kabupaten Gorontalo, Yaya Tuwani, pekan lalu di Laut Maluku menangkap 8 ekor tuna sirip kuning dan 9 tindarung.
Yaya melaut bersama nelayan lainnya dengan menggunakan kapal penangkap ikan tuna.
Untuk ikan tuna yang sejenis, nelayan di Gorontalo membagi sesuai dengan ukuran. Ukuran tuna paling kecil disebut kodi-kodi. Kodi-kodi ini dalam 1 kg ada beberapa ekor. Tuna dengan berat 1 kg disebut caper.
Untuk ukuran berat 3 sampai 4 kg disebut ekor kuning. Kemudian berat 7 sampai 10 kg disebut gross.
Ikan tuna dengan berat 10 kg ke atas disebut batang. Adapun ikan tuna di atas 30 kg disebut bukurasi.
Ikan tuna bukurasi yang hingga kini masih sulit di perairan Teluk Tomini.





Komentar tentang post