Pemeriksaan darah serial menunjukkan penurunan lebih lanjut pada jumlah trombosit. EKG 12 sadapan yang dilakukan saat masuk menunjukkan irama sinus dengan LBBB lengkap. Pasien diobati dengan infus Ringer laktat dan parasetamol.
Pemeriksaan laboratorium memastikan infeksi dengue dengan penurunan jumlah trombosit. Namun, pemeriksaan jantung justru menunjukkan temuan yang mengejutkan.
Melansir fk.ung.ac.id, hasil rekaman jantung atau elektrokardiogram atau EKG (electrocardiogram, ECG) menunjukkan adanya Left Bundle Branch Block (LBBB) atau atau Blok Cabang Berkas Kiri, yaitu gangguan aliran listrik jantung yang umumnya dikaitkan dengan penyakit jantung serius.
Meski demikian, dalam studi ini menemukan pasien tidak mengeluhkan nyeri dada maupun gejala khas serangan jantung lainnya. Setelah menjalani perawatan standar dengue berupa pemberian cairan dan obat penurun panas, kondisi pasien berangsur membaik.
Pada hari keempat perawatan, gangguan LBBB menghilang. Namun, muncul perubahan gelombang listrik jantung yang tampak seperti tanda kekurangan aliran darah ke jantung.
Pemeriksaan lanjutan memastikan kondisi tersebut merupakan fenomena memori jantung (cardiac memory, CM), yakni perubahan sementara pada EKG yang bersifat jinak dan tidak berbahaya.




