Analisis litologi menunjukkan keberadaan tiga unit batuan utama, yaitu diorit, granodiorit, dan endapan aluvial, yang masing-masing berkontribusi terhadap keragaman medan dan stabilitas fisik daerah tersebut.
Sejumlah studi menyebutkan integrasi data geomorfologi seperti morfometri, klasifikasi bentuk lahan, dan distribusi litologi sangat penting selama fase awal perencanaan teknik, di mana medan memainkan peran sentral dalam menentukan kelayakan desain dan fungsionalitas jangka panjang.
Dalam kasus ini, keberadaan kondisi geologi yang kompleks semakin membenarkan perlunya studi geomorfologi untuk menginformasikan keputusan teknis dan memitigasi risiko yang terkait dengan infrastruktur bendungan.
Dalam penelitian ini menyebutkan minimnya analisis geomorfologi lokal pada segmen-segmen tertentu struktur bendungan, khususnya area tepi kanan Bendungan Bulango Ulu, merupakan kesenjangan kritis dalam penelitian infrastruktur regional.

Kelalaian ini menimbulkan risiko yang signifikan karena variasi gradien lereng, komposisi litologi, atau pola drainase yang tidak terdeteksi dapat mengganggu stabilitas dan efektivitas bendungan.
Solusi umum terletak pada penerapan analisis medan yang komprehensif melalui studi lapangan dan teknik penginderaan jarak jauh, yang memungkinkan penggambaran unit geomorfologi dan deteksi fitur fisik yang relevan dengan perencanaan teknik dan lingkungan.




