Menurut peneliti, kombinasi survei lapangan dan analisis Model Elevasi Digital (DEM) telah diakui secara luas sebagai pendekatan yang efektif dalam studi geomorfologi terkini.
Integrasi ini meningkatkan akurasi spasial dan memungkinkan ekstraksi parameter morfometrik yang detail seperti distribusi lereng, variasi elevasi, dan pola drainase. Kerangka kerja metodologis ini telah terbukti efektif di wilayah tektonik aktif yang serupa dengan lokasi studi dan menawarkan landasan yang kuat untuk mengevaluasi karakteristik medan di tepi kanan Bendungan Bulango Ulu.
Penelitian ini berada di Desa Tuloa, meliputi area seluas 0,145 km² dengan elevasi berkisar antara 40 hingga 160 m di atas permukaan laut.
Studi menyimpulkan bahwa geomorfologi daerah tepi kanan Bendungan Bulango Ulu terdiri dari dua satuan bentuk lahan utama: Perbukitan Rendah Struktural (S1) dan Dataran Fluvial (F1), yang dibentuk oleh gaya tektonik endogenik dan proses eksogenik seperti erosi dan sedimentasi.

Konfigurasi litologi didominasi oleh diorit, granodiorit, dan endapan aluvial tak terkonsolidasi, yang masing-masing memberikan sifat fisik dan mekanis yang berbeda pada medan tersebut.
Analisis morfometri menunjukkan bahwa lereng curam dan sangat curam menutupi lebih dari separuh wilayah, menunjukkan kerentanan tinggi terhadap ketidakstabilan lereng dan bahaya hidrologi.




